VIVA – Pelatih Timnas Pantai Gading Emerse Fae menyampaikan pesan penuh sportivitas setelah timnya tersingkir dari babak 32 besar Piala Dunia 2026 akibat kalah 1-2 dari Norwegia di Stadion AT&T, Arlington, Rabu 1 Juli 2026 dini hari WIB.
Pantai Gading sebenarnya sempat bangkit setelah Amad Diallo mencetak gol penyeimbang pada babak kedua. Namun, gol Erling Haaland di penghujung pertandingan memastikan kemenangan Norwegia sekaligus mengakhiri langkah Les Elephants di Piala Dunia 2026.
Fae mengatakan timnya memiliki sejumlah peluang yang seharusnya bisa dimaksimalkan menjadi gol. Menurutnya, kegagalan memanfaatkan kesempatan menjadi salah satu faktor utama yang membuat Pantai Gading harus pulang lebih cepat.
- Paul ELLIS / AFP
"Begitulah sepak bola. Saat mendapat peluang, Anda harus mencetak gol. Kami sudah berhasil melakukan hal yang sulit dengan menyamakan kedudukan. Sayangnya, kami kebobolan di akhir pertandingan. Sungguh disayangkan," kata Fae, dikutip dari laman resmi FIFA, Rabu.
Meski gagal melaju ke babak 16 besar, pelatih berusia 41 tahun itu tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang terus berjuang hingga peluit panjang dibunyikan. Ia menilai seluruh skuad telah menunjukkan semangat juang yang tinggi saat menghadapi Norwegia.
Fae juga tidak ragu memberikan pujian kepada lawannya. Menurutnya, Norwegia tampil disiplin dan mampu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan sehingga berhasil memanfaatkan peluang yang dimiliki.
"Di level ini, segalanya bergantung pada detail-detail kecil. Anda harus tetap fokus dari awal hingga akhir, siapa pun lawannya," ujarnya.
Lebih lanjut, Fae menilai pengalaman tampil di Piala Dunia 2026 akan menjadi bekal penting bagi para pemain Pantai Gading. Ia mengingatkan bahwa mayoritas skuadnya baru pertama kali merasakan atmosfer turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
"Ini adalah Piala Dunia pertama bagi semua orang. Saya rasa para pemain telah banyak belajar. Kini, kami akan berupaya untuk kembali lebih kuat menghadapi tantangan berikutnya," ucap Fae.
Kekalahan dari Norwegia membuat Pantai Gading menjadi tim kedua dari Afrika yang tersingkir di Piala Dunia 2026 setelah Tunisia lebih dahulu gagal melaju dari fase grup.





