REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyerang tim nasional Portugal Joao Felix meminta para pendukung Selecao das Quinas tidak kehilangan kepercayaan meski timnya gagal tampil meyakinkan sepanjang fase grup Piala Dunia 2026. Menurut Felix, dua hasil imbang yang diraih Portugal bukan alasan untuk meragukan peluang mereka saat menghadapi Kroasia pada babak 32 besar.
Portugal datang ke turnamen sebagai salah satu kandidat juara, tetapi hanya mampu finis sebagai runner-up Grup K. Setelah bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo, Portugal bangkit dengan kemenangan telak 5-0 atas Uzbekistan sebelum kembali ditahan Kolombia tanpa gol pada laga terakhir penyisihan grup.
Baca Juga
Ronaldo Pilih Bicara Tim Ketimbang Rekor Pribadi Setelah Portugal Berpesta Kemenangan Lima Gol
Ronaldo Cetak Brace dan Sejarah Saat Portugal Hancurkan Uzbekistan 5-0
Preview Portugal Vs Uzbekistan: Ronaldo Dituntut Bangkit, Selecao tak Boleh Gagal Menang Lagi
Hasil tersebut membuat Portugal harus menghadapi Kroasia lebih cepat di fase gugur. Namun, Felix menegaskan kondisi itu tidak mengurangi keyakinan skuadnya untuk melangkah ke babak berikutnya.
"Mereka harus tetap tenang. Hanya karena kami bermain imbang dalam dua pertandingan bukan berarti kami kehilangan kepercayaan diri. Ini Piala Dunia. Semua orang hanya perlu tetap tenang. Kami sangat yakin bisa mengalahkan Kroasia," kata Felix, dikutip dari ESPN, Selasa (30/6/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pemain berusia 26 tahun itu mengakui Kroasia merupakan lawan yang tidak mudah ditaklukkan. Ia bahkan memperkirakan pertandingan bisa berlangsung ketat hingga babak tambahan atau adu penalti.
Felix mengaku tidak lagi terbebani pengalaman pahit saat gagal mengeksekusi penalti dalam kekalahan Portugal dari Prancis pada perempat final Euro 2024. Baginya, kegagalan tersebut justru menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kualitas diri.
"Tentu saja itu sulit, tetapi itulah bagian dari karier seorang pemain. Saya melihatnya sebagai pengalaman belajar. Jika harus mengambil penalti lagi, saya siap dan akan melakukannya dengan lebih baik. Sejak kecil ayah saya selalu mengajarkan agar terus berlatih, termasuk menghadapi situasi adu penalti," ujarnya.
Kepercayaan diri Felix juga didukung performa impresifnya bersama Al Nassr sepanjang musim lalu. Setelah gagal memenuhi ekspektasi ketika memperkuat Chelsea dan AC Milan, ia berhasil menghidupkan kembali kariernya di Liga Pro Saudi.