Makin Membara, Harga Batu Bara Melonjak Lagi

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara kembali menguat di tengah gelombang panas dunia dan geliat industry baja China.

Merujuk Refinitv, harga batu bara pada Selasa (30/6/2026) ditutup di US$ 129,45 per ton atau menguat 1,57%. Penguatan ini memperpanjang tren positifnya dengan menguat 2,7% dalam dua hari terakhir.

Kenaikan ditopang meningkatnya permintaan listrik akibat gelombang panas yang melanda Amerika Serikat dan Eropa. Di Eropa, cuaca panas mendorong konsumsi listrik, sementara surutnya permukaan Sungai Rhine menghambat distribusi batu bara sehingga memicu kekhawatiran pasokan.

Dari Amerika Serikat, pemerintah kembali memperpanjang operasional PLTU batu bara Craig Station Unit 1 di Colorado hingga 26 September 2026 untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama puncak musim panas.Langkah ini mempertegas kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang menunda pensiun sejumlah pembangkit listrik berbahan bakar batu bara demi mengantisipasi lonjakan permintaan listrik.



Sentimen positif juga datang dari China, pasar kokas metalurgi (met coke) China masih berada dalam tren menguat.

Kenaikan harga dipicu oleh pasokan batu bara kokas (coking coal) yang masih ketat. Gangguan produksi akibat inspeksi keselamatan pasca kecelakaan tambang di Shanxi membuat pasokan belum pulih sepenuhnya, sehingga biaya produksi kokas tetap tinggi.

Di sisi lain, margin keuntungan pabrik baja mulai tertekan. Harga baja tidak naik secepat kenaikan biaya bahan baku, sehingga keuntungan produsen baja terus menyusut.

Kondisi ini membuat pabrik baja mulai mempertimbangkan apakah masih mampu menerima kenaikan harga kokas berikutnya.

Baca: Suhu Panas Bak Neraka di Eropa: Cuaca Tembus 40C - Ribuan Orang Tewas

Produksi hot metal di China masih berada pada level tinggi sehingga permintaan kokas tetap kuat.

Namun memasuki musim sepi pada Juli-Agustus, permintaan baja dari sektor konstruksi diperkirakan melemah dan sejumlah pabrik baja mulai menjadwalkan perawatan (sehingga konsumsi kokas berpotensi menurun.

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
HUT Ke-80 Bhayangkara dan Kerinduan pada Sosok ”Pak Polisi Baik”
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Impor Sianida oleh PPI Dibongkar Bareskrim, KPK dan BPKP Juga Diminta Turun Tangan
• 35 menit lalujpnn.com
thumb
Qodari: Kondisi perekonomian Indonesia saat ini berbeda dengan 1998
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
"Biasanya Sudah Delapan Trip, Sekarang Baru Tiga” Keluh Ojol Usai Potongan 8 Persen
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Momen Haru di Sidang Vonis Nadiem Makarim, Keluarga Kompak Berbaju Putih dan Pelukan dari Pendukungnya
• 21 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.