EtIndonesia.com Kini berbagai stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), antrean kendaraan yang menunggu untuk mengisi bahan bakar mengular sangat panjang.
Seorang warga Moskow, Marat, mengatakan: “Setelah pulang kerja, Anda harus mengantri sekitar satu setengah jam untuk mengisi bahan bakar.”
Warga Moskow lainnya, Maria, mengatakan: “Keadaannya sangat buruk. Di mana-mana orang mengantre. Di beberapa tempat bahkan sama sekali tidak ada bensin. Anda bisa melewati tiga SPBU, tetapi semuanya kehabisan bahan bakar.”
Dalam beberapa waktu terakhir, Ukraina terus melancarkan serangan jarak jauh yang mengganggu kapasitas produksi kilang minyak di berbagai wilayah Rusia. Pada 28 Juni, dalam rapat darurat mengenai pasokan bahan bakar nasional, Presiden Vladimir Putin untuk pertama kalinya mengakui bahwa Rusia sedang menghadapi krisis pasokan energi.
“Kalian semua memahami bahwa para pengemudi dan dunia usaha masih menghadapi banyak kesulitan. Antrean di SPBU masih terus terjadi. Kami juga memahami berbagai kesulitan yang dihadapi para produsen pertanian dan perusahaan-perusahaan pertanian selama periode ini,” katanya.
Untuk mengatasi krisis bahan bakar tersebut, Putin menegaskan bahwa seluruh kilang minyak utama kini beroperasi melebihi kapasitas normal dan menunda jadwal pemeliharaan. Ia juga mengumumkan larangan total ekspor bensin dan bahan bakar penerbangan, serta menyatakan pemerintah sedang mempertimbangkan pelarangan ekspor solar (diesel) guna memprioritaskan kebutuhan pasar domestik.
Mengenai perang di Ukraina, Kremlin pada Senin (29 Juni) kembali menegaskan posisinya. Rusia menyatakan bahwa pasukan Ukraina harus menarik diri dari empat wilayah, yaitu Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia, serta secara terbuka melepaskan rencana untuk bergabung dengan NATO.
Pihak Rusia juga menolak usulan Ukraina agar kedua belah pihak menghentikan serangan jarak jauh.
Pada hari yang sama, serangan udara Rusia menghantam sebuah minibus di kota Zaporizhzhia, Ukraina selatan, yang menewaskan tiga warga sipil. Sementara itu, kota Dnipro juga menjadi sasaran serangan rudal Rusia yang mengakibatkan puluhan orang tewas dan terluka.
Sumber : NTDTV.com





