Surabaya (beritajatim.com) – Kepedulian terhadap anak yatim tidak cukup diwujudkan melalui santunan yang bersifat sesaat. Anak-anak juga membutuhkan ruang untuk belajar, berekspresi, dan membangun rasa percaya diri agar mampu tumbuh menjadi generasi yang mandiri.
Gagasan inilah yang terus dikembangkan Teman Baik bersama Indonesia Bintang Langit melalui berbagai program pendampingan anak yatim.
Sepanjang momentum Muharam, kedua lembaga tersebut menghadirkan rangkaian kegiatan yang tidak hanya berfokus pada bantuan materi, tetapi juga penguatan karakter dan semangat belajar anak-anak.
Mulai dari wisata edukasi di Loka Asri Park hingga penyaluran perlengkapan sekolah dan santunan kepada anak yatim dan dhuafa di Sidoarjo.
Manajer Program Teman Baik, Muhammad Pungky, mengatakan pengalaman selama mendampingi anak-anak menunjukkan bahwa mereka membutuhkan lebih dari sekadar bantuan finansial.
“Anak-anak yatim membutuhkan kesempatan untuk belajar, bermain, berinteraksi, dan membangun rasa percaya diri. Karena itu, kami berupaya menghadirkan program yang tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mereka hari ini, tetapi juga mendukung tumbuh kembang dan masa depan mereka,” ujar Pungky.
Menurutnya, wisata edukasi, permainan kelompok, dongeng inspiratif, hingga penyaluran perlengkapan sekolah merupakan bagian dari pendekatan yang saling melengkapi. Aktivitas tersebut dirancang untuk membangun keberanian, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus memotivasi anak-anak agar semakin bersemangat menempuh pendidikan.
Perwakilan Indonesia Bintang Langit, Zulfian, menilai kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu cara efektif untuk memperluas manfaat bagi anak-anak yatim dan dhuafa.
“Kami percaya setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Karena itu, dukungan yang kami berikan tidak hanya berupa bantuan sekolah, tetapi juga pengalaman yang dapat menumbuhkan optimisme dan semangat mereka menatap masa depan,” katanya.
Pungky menambahkan, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian kepada anak yatim perlu dibangun secara berkelanjutan, bukan hanya pada momen-momen tertentu.
“Harapan kami, semakin banyak pihak yang melihat bahwa mendampingi anak yatim bukan sekadar memberi santunan, tetapi juga menghadirkan kesempatan, pengalaman, dan lingkungan yang mendukung mereka meraih cita-cita. Ketika kepedulian dilakukan secara berkelanjutan, dampaknya akan jauh lebih besar bagi masa depan mereka,” tutupnya. (tok/kun)




