VIVA – Kontroversi yang melibatkan wasit Herb Dean kembali menjadi sorotan. Kali ini, mantan juara UFC Alex Pereira menuding Dean membiarkan sejumlah pukulan siku ilegal dalam pertarungannya melawan Ciryl Gane di UFC Freedom 250.
Kritik terhadap Herb Dean sebenarnya bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, sejumlah keputusan yang diambil wasit veteran itu kerap memicu perdebatan di kalangan petarung maupun penggemar MMA.
Namun, polemik semakin memanas setelah duel bersejarah di Gedung Putih. Pereira menilai beberapa pukulan yang dilepaskan Gane seharusnya dinyatakan ilegal.
- Tangkapan layar Instagram/alexpoatanpereira
Kontroversi itu diperparah oleh sejumlah keputusan lain yang dibuat Dean pada ajang Meta Apex di Las Vegas maupun di Baku.
Bahkan, muncul petisi yang menyerukan agar Herb Dean dicopot dari tugasnya sebagai wasit.
Di tengah derasnya kritik tersebut, legenda MMA sekaligus perancang Unified Rules of Mixed Martial Arts, Big John McCarthy, justru memberikan pembelaan terhadap Herb Dean.
Dalam wawancaranya 'The Ariel Helwani Show' di kanal Youtube, McCarthy diperlihatkan beberapa cuplikan dan foto yang diklaim menunjukkan adanya pukulan ilegal. Namun, ia menegaskan bahwa sebagian besar pukulan tersebut masih berada dalam batas aturan yang berlaku.
McCarthy kemudian menjelaskan bagaimana aturan mengenai bagian belakang kepala sebenarnya ditetapkan.
"Kita memiliki komisi yang berbeda, kita memiliki kelompok yang berbeda, kita memiliki orang-orang yang berbeda," kata McCarthy.
"Ketika aturan terpadu disusun, saya membuatnya sejelas mungkin dengan apa yang terjadi pada saat itu terkait dengan bagian belakang kepala."
Ia menjelaskan bahwa pada awalnya banyak komisi masih menggunakan standar tinju untuk menentukan area belakang kepala yang tidak boleh dipukul.
"Kami memasuki dunia tinju, dan komisi-komisi tersebut sangat nyaman dengan dunia tinju. Mereka tidak nyaman dengan MMA, jadi mereka ingin menggunakan 'headphone' [apa pun yang berada di belakang tempat seseorang mengenakan sepasang headphone di atas telinga] seperti yang ada di tinju."
Menurut McCarthy, pendekatan tersebut tidak cocok diterapkan di MMA karena karakteristik kedua olahraga sangat berbeda.
"Secara medis, mereka benar, itu adalah bagian belakang kepala. Tapi tinju adalah olahraga 180 derajat, artinya jika kita memotong petinju itu dari bagian atas kepala hingga ke samping dan pinggang, maka itulah area legal yang boleh kita pukul, kita tidak boleh menyentuh punggung mereka atau melakukan apa pun."





