"Banyak Biaya Promo Lainnya, Hitungannya Tetap Rugi" Curhat Ojol soal Potongan Komisi 8 Persen

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Kota Bekasi mengeluhkan masih adanya potongan biaya promo yang dibebankan kepada mitra, selain pemotongan komisi 8 persen pada Selasa (1/7/2026).

Mereka menilai kebijakan tersebut belum berdampak terhadap peningkatan pendapatan karena setelah komisi dipotong, masih terdapat berbagai biaya lain yang mengurangi penghasilan yang diterima pengemudi.

Salah seorang pengemudi ojol, Candra (44), mengatakan, potongan komisi 8 persen tidak sepenuhnya dirasakan pengemudi karena masih ada biaya administrasi aplikasi dan biaya promo yang dibebankan kepada mitra.

Ia mencontohkan, dari tarif perjalanan Rp 15.000, terlebih dahulu dipotong biaya administrasi aplikasi sebesar Rp 2.000 sehingga tersisa Rp 13.000.

Baca juga: Kenyataannya Tetap Dibebani Biaya Lain Ojol Keluhkan Potongan Selain Komisi 8 Persen

Nilai tersebut kemudian kembali dipotong komisi 8 persen dan biaya promo.

"Harusnya pendapatan saya sekitar Rp 11.912. Tetapi karena masih dipotong lagi biaya promo sekitar Rp 1.500, jadi saya hanya menerima sekitar Rp 10.212," ujar Candra saat ditemui di Stasiun Bekasi, Selasa.

KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Penampakan layanan aplikasi Gojek yang menunjukkan rincian pembayaran perjalanan usai kebijakan pemotongan komisi aplikator maksimal 8 persen mulai berlaku pada Selasa (1/7/2026).

Menurut Candra, kondisi tersebut tidak jauh berbeda dibanding saat komisi aplikator masih sebesar 20 persen.

"Kalau dibandingkan sebelumnya sebenarnya tidak ada keuntungan. Dari tarif Rp 15.000, dulu saya juga hanya menerima sekitar Rp 10.400," katanya.

Ia mengatakan, banyak penumpang mengira pendapatan pengemudi meningkat setelah komisi diturunkan menjadi 8 persen.

Padahal, menurut dia, penghasilan driver tetap berkurang karena masih dibebani berbagai potongan lain.

"Mereka mengira driver sekarang sudah diuntungkan karena potongan menjadi 8 persen. Padahal kenyataannya kami tetap dibebani berbagai biaya lain," ujarnya.

Karena itu, Candra berharap biaya promo maupun potongan lain tidak lagi dibebankan kepada pengemudi.

"Jangan lagi membebankan biaya promo atau biaya lain kepada driver. Percuma ada potongan komisi 8 persen kalau akhirnya driver tetap yang menanggung semuanya," katanya.

Baca juga: Biasanya Sudah Delapan Trip, Sekarang Baru Tiga” Keluh Ojol Usai Potongan 8 Persen

Keluhan serupa disampaikan pengemudi ojol lainnya, Tris (36). Menurut dia, secara nominal komisi memang turun menjadi 8 persen, tetapi penghasilan yang diterima pengemudi belum banyak berubah karena masih terdapat biaya lain yang dipotong.

Ia menunjukkan salah satu transaksi perjalanan dari Taman Kota menuju Summarecon Bekasi.

Dalam perjalanan tersebut, pelanggan membayar sekitar Rp 15.500, sedangkan pendapatan yang diterima mitra hanya Rp 11.960 setelah dipotong biaya aplikasi sekitar Rp 1.400.

"Memang potongan komisi 8 persen terlihat mengecil, tetapi masih banyak biaya promo dan lainnya. Hitungannya sama saja, akhirnya kami tetap rugi," ujar Tris.

Menurut Tris, perubahan komisi juga belum memengaruhi permintaan layanan karena masyarakat tetap menggunakan ojol sebagai kebutuhan transportasi sehari-hari.

"Orang tetap memakai ojol karena memang kebutuhan transportasi. Mereka tetap akan menggunakan layanan meskipun tarif berubah," katanya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia juga menilai program promo dari aplikator tidak dinikmati seluruh pengguna karena bergantung pada syarat dan ketentuan tertentu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sepanjang Januari-Juni 2026, Polri Tetapkan Puluhan Ribu Tersangka Kasus Narkoba Hingga Judol yang Rugikan Negara Triliunan Rupiah
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Gelombang Panas di Eropa Memakan Korban Jiwa, Rumah Duka di Prancis Kewalahan 
• 1 jam laluerabaru.net
thumb
Esa Medika (EMMI) Patok Harga Final IPO Rp470, Dua Underwriter Baru Terlibat
• 46 menit laluidxchannel.com
thumb
Potongan 8% Ojol dan Fragmentasi Regulasi
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Digugat Ahli Waris Lahan Hotel Sultan, PPKGBK: Hak yang Bersangkutan, Kami Tak Bisa Halangi
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.