Prabowo: Janganlah Demokrasi Dibajak oleh Mereka-mereka yang Punya Uang Banyak

jpnn.com
12 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berbicara mengenai demokrasi dikaitkan dengan kritik, saat berpidato di hadapan ribuan anggota Polri pada peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Satuan Latihan Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7).

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi di Indonesia. Namun, tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan tertentu yang berpotensi merusak persatuan bangsa.

BACA JUGA: Prabowo Puji Polri yang Terlibat Program Ketahanan Pangan Nasional

Menurut keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI diterima di Jakarta, Rabu, Presiden Prabowo mengatakan pembangunan demokrasi harus terus diperkuat dengan menjunjung tinggi kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab dan kritik memiliki peran penting sebagai pengingat sekaligus sarana evaluasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki berbagai kebijakan.

"Kita (pemerintah, red) terus membangun kehidupan demokrasi kita. Kita menghormati kritik. Kritik adalah penting. Kita butuh kritik untuk mengingatkan kita. Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita," kata Presiden Prabowo.

BACA JUGA: Didampingi Gibran, Prabowo Hadiri Peringatan HUT ke-80 Bhayangkara

Presiden Prabowo mengingatkan bahwa demokrasi juga harus dijaga dari berbagai bentuk penyalahgunaan yang dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Keamanan demokrasi juga harus kita jaga. Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing," katanya menambahkan.

BACA JUGA: Misbakhun Curigai Kepentingan Asing di Balik Kenaikan Tarif Cukai Hasil Tembakau

Dia menekankan bahwa perbedaan pendapat tidak boleh berkembang menjadi kebencian ataupun perpecahan di tengah masyarakat.

"Kita adalah semuanya anak bangsa Indonesia. Demokrasi kita harus berdiri di atas nilai-nilai bangsa Indonesia. Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan. Kita harus selalu mengutamakan persatuan dan kerukunan di antara kita," tuturnya.

Secara khusus kepada Kepolisian Negara RI (Polri), Presiden meminta agar dapat terus menjadi institusi yang berperan dalam menjaga tatanan demokrasi Indonesia.

Polri diharapkan dapat menjalankan peran untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara damai. Namun, tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Di saat yang sama Presiden juga meminta agar hukum ditegakkan dan ketertiban selalu dipelihara.

Penegakan hukum perlu dilakukan karena dimaksudkan sebagai pelindung rakyat dan memberi rasa aman kepada masyarakat. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Duga Penghasilan Petani di Kuansing Dipotong Buat Urus Pelepasan Hutan
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Durasi Pelatihan SPPI Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Dipangkas Jadi Dua Pekan
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Rekap Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026: Mbappe dan Haaland Jadi Bintang Kemenangan, Ekuador Tumbang
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Reuni di Persija, Witan Sulaeman Termotivasi Bawa Macan Kemayoran Juara Bersama STY
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Surplus 72 Bulan Berakhir, Purbaya Ungkap Penyebab Defisit Neraca Perdagangan RI di Mei 2026
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.