Direksi KB Bank Borong 1 Juta Lembar Saham BBKP

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Wholesale Banking PT Bank KB Indonesia Tbk. Widodo Suryadi tercatat membeli saham BBKP dengan jumlah total mencapai 1 juta lembar pada 30 Juni 2026. Tujuan transaksi adalah investasi.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/7/2026), Widodo Suryadi membeli saham BBKP sebanyak 1 juta lembar dengan harga Rp50 per saham. Dengan demikian, total nilai transaksi mencapai sekitar Rp50,00 juta.

Seiring dengan langkah tersebut, Widodo Suryadi kini menggenggam 1 juta lembar saham. Nilai itu setara 0,000538%. Sebelum transaksi, Widodo tercatat belum memiliki saham BBKP.

Adapun sepanjang hari ini, Rabu (1/6/2026) saham BBKP bergerak di rentang Rp50—Rp51 per saham. Sepanjang tahun berjalan, saham perseroan tercatat turun sebesar 33,77% (year to date/YtD) atau 26 poin.

Pada kuartal I/2026, KB Bank tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp43,19 triliun. Realisasi itu tumbuh 2,61% secara tahunan (year on year/YoY). Kinerja positif itu turut didorong oleh peningkatan kredit lancar sebesar 4,76% YoY menjadi Rp34,02 triliun.

Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) perseroan meningkat signifikan 97,28% YoY menjadi Rp363 miliar, sejalan dengan perbaikan Net Interest Margin (NIM) yang naik menjadi 2,09%, dibandingkan 1,09% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga

  • KB Bank (BBKP) Angkat 2 Direktur Baru, Ini Susunan Pengurus Terlengkap
  • KB Bank (BBKP) Bidik Pembiayaan Berbasis Ekosistem
  • KB Bank (BBKP) Perkuat Pembiayaan Sektor Riil di Tengah Transformasi Bisnis

Dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) pada kuartal I/2026 tercatat sebesar Rp41,52 triliun. Di tengah fokus pada peningkatan kualitas pendanaan, KB Bank mencatat pertumbuhan dana murah (current account savings account/CASA) sebesar 5,74% YoY menjadi Rp13,09 triliun.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menyampaikan, kinerja kuartal I/2026 menunjukkan KB Bank terus berada di jalur yang tepat, dengan perbaikan yang tercermin dari pertumbuhan kredit, penguatan dana murah, peningkatan margin bunga bersih, dan PPOP yang kembali positif.

Meski demikian, pihaknya menyadari masih terdapat ruang untuk perbaikan, terutama dalam kualitas kredit, fundamental bisnis secara keseluruhan, serta penguatan struktur permodalan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

“Fokus kami ke depan adalah menjaga momentum ini melalui pertumbuhan berkualitas, pengelolaan risiko yang disiplin, serta penguatan sinergi dengan KB Financial Group,” tutur Kunardy dalam keterangannya beberapa waktu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Klaim Ungkap Kasus Narkoba Senilai Rp10,4 Triliun Sepanjang 2026
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
DJP Bantah Ada Pajak Berganda atas Pencairan Dana Pensiun dan JHT
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Penyekapan 3 Karyawan Percetakan Senen Disorot Prabowo, Said Iqbal: Tak Boleh Ada Kekerasan!
• 2 jam lalukompas.com
thumb
KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan 3.034 WNI dan PMI ke Indonesia, Program M Capai 1.177 Orang
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Polda Jateng Sebut Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Mengkhawatirkan
• 4 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.