Wamenhan Ungkap Alasan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Sempat Dilatih Secara Militer

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, mengungkapkan alasan peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih secara militer.

Sebelumnya, peserta melakukan pelatihan yang disebut latihan dasar militer (Latsarmil). Kemudian setelah lima calon manajer meninggal dunia saat latihan, nomenklatur diubah menjadi pelatihan Bela Negara dan Manjerial. 

Pengubahan sekaligus menghapus pelatihan secara militer di mana tidak ada lagi pelatihan penggunaan senjata maupun taktik militer. 

Saat ini peserta akan menjalani pelatihan Bela Negara selama dua minggu dan satu bulan khusus pelatihan manjerial.

Kembali ke Donny, dia menjelaskan bahwa pelatihan militer dibutuhkan untuk membentuk karakter calon manajer yang lebih disiplin.

"Tapi tidak bisa kita pungkiri bahwa di dalam kemiliteran itu ada nilai-nilai ya tadi yang disampaikan oleh Pak Dave (Wakil Ketua Komisi I DPR RI) tadi itu sangat baik sekali untuk bisa membentuk karakter. Karena manajer ini nanti di lapangan juga dibutuhkan manajer-manajer yang bagus juga," kata dia di Kompleks Parlemen, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga

  • Akademisi UI Minta Tata Kelola dan Wewenang Kopdes Merah Putih Dibenahi
  • Waktu Pelatihan Calon Manajer Kopdes Dipangkas, 2 Minggu Bela Negara, 1 Bulan Manajerial
  • Puan Buka Suara soal 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latihan Militer

Dia menyebut tidak ingin para calon manajer tidak bisa melaksanakan tugasnya secara baik saat memimpin anak buah di kedua program andalan Presiden Prabowo Subianto itu.

Baginya, kedisplinan waktu sangat dibutuhkan bagi pemimpin. Termasuk melakukan koordinasi dalam kerja sama tim.

"Kemudian kerja sama, koordinasi dan lain sebagainya itu nilai-nilai yang bisa kita ambil dari pendidikan di Bela Negara ini," tuturnya.

Bahkan menurutnya banyak perusahaan mengirimkan pegawainya untuk dilatih oleh TNI guna meningkatkan karakter.

"Karena ya kalau kita lihat cukup banyak juga lah ya kementerian ataupun perusahaan-perusahaan juga yang mengirimkan pegawai-pegawainya untuk meningkatkan karakter itu di ini pusat-pusat pendidikan TNI, di Rindam-Rindam ataupun di Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan," sambungnya.

Dengan begitu, kata dia, para direktur akan senang memiliki pegawai yang disiplin sampai berintegritas.

Dia turut menjelaskan bahwa saat ini tengah mengusut kematian lima calon manajer dengan membentuk tim investigasi yang terdiri dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan.

Namun pihaknya belum membuka peluang membawa insiden itu ke ranah hukum karena masih dalam proses internal. Lima peserta yang meninggal juga akan mendapatkan manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Shell dan BP Kompak Hanya Turunkan Harga BBM Jenis Solar
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Relawan Militan Gibran Nusantara Pastikan Ijazah Asli Jokowi Bakal Ditunjukkan di Sidang Dokter Tifa
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Kejati Sumsel Buka Laporan Aduan Dugaan Penyelewengan SPMB SMA
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Demi Tebus Ijazah Anak, Pria di Jambi Nekat Curi Arsip di Rumah Dinas Kejati
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Usai Serahkan Diri, Bupati Kuansing Langsung Ditahan KPK
• 11 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.