Polri Perlahan Konversi Kendaraan Operasional Tua Menjadi Kendaraan Listrik

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS — Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Polri perlahan mulai mengonversi kendaraan operasional tuanya yang berbahan bakar minyak dengan kendaraan berbasis listrik. Langkah itu merupakan bagian dari strategi transisi energi dan percepatan program prioritas pemerintah.

Inisiatif tersebut ditunjukkan saat puncak peringatan Hari Bhayangkara di Satuan Latihan Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Presiden Prabowo Subianto sempat meninjau langsung komponen motor listrik tersebut bersama dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Wakil Ketua Seksi Pameran, Brigadir Jenderal (Pol) Bagus, saat ditemui di sela-sela acara, mengungkapkan, konversi ini menyasar kendaraan-kendaraan operasional lama keluaran tahun 2004 hingga 2011. Kendaraan yang disasar terutama kendaraan yang mesinnya sudah tidak layak pakai tetapi masih memiliki rangka yang kuat.

”Mobil yang sudah lama, tahun 2004-2011 itu sudah tidak bisa dipakai, tapi rangkanya masih bagus. Nah, kita ganti mesinnya dengan listrik,” katanya.

Metode bongkar mesin dan konversi, lanjut Bagus, menelan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan pengadaan unit kendaraan listrik baru secara utuh. Selain menyelamatkan aset negara agar tidak berakhir menjadi barang rongsokan, inovasi tersebut dilakukan guna memastikan polisi tetap dapat menjalankan tugas patroli dan operasionalnya secara efektif.

Selain itu, konversi ke kendaraan listrik terbukti efisien dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Adapun proses pergantian mesin kendaraan-kendaraan tua ini sudah mulai diproduksi dan akan terus diimplementasikan secara bertahap.

Dukung transisi energi

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri, Irjen (Pol) Ruddi Setiawan, menyampaikan, inisiatif tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Polri dalam mengeksekusi program percepatan strategi prioritas Presiden Prabowo Subianto terkait transisi energi nasional.

Baca JugaHUT Ke-80 Bhayangkara, ke Mana Arah Polri Pascapengesahan UU Baru?

Di sisi lain, Polri pun memamerkan tujuh unit kendaraan operasional pilot project yang telah berhasil dikonversi di Cikeas. Ketujuh kendaraan tersebut terdiri dari dua unit mobil jenis double cabin dan lima unit sepeda motor tipe naked sport yang memang menjadi ujung tombak armada kepolisian sehari-hari.

Sebagai fasilitator riset, Puslitbang Polri langsung menggandeng lintas kementerian, lembaga, dan sivitas akademika. Kolaborasi ini melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang ditugaskan mengembangkan sistem propulsi mandiri, meliputi motor listrik, battery pack, hingga inovasi penunjang seperti power steering kelistrikan.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdikti Saintek) berfokus pada inovasi teknologi baterai dan pengembangan kurikulum vokasi untuk menyokong kebutuhan sumber daya manusia di industri kendaraan listrik. Polri juga menggandeng langsung para pelaku industri lokal, di antaranya PT Lentera Bumi Nusantara, CV Hidtech Group, PT Braja Elektrik Motor, dan CV E-Clont Energy.

Langkah strategis ini diambil mengingat Polri adalah salah satu institusi dengan populasi kendaraan operasional BBM terbesar yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

”Polri dalam hal ini hadir sebagai captive market yang positif sekaligus berperan sebagai anchor demand dan akselerator legalitas. Kesepakatan ini membuktikan adanya pasar yang pasti untuk menggerakkan dunia usaha, sekaligus menyediakan ruang edukasi bagi pengguna kendaraan listrik lainnya di Indonesia,” kata Ruddi.

Baca JugaHUT Ke-80 Bhayangkara dan Kerinduan pada Sosok ”Pak Polisi Baik”

Sementara itu, dalam pidatonya pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 itu, Presiden Prabowo meminta Polri untuk senantiasa menjaga kepercayaan rakyat karena hal tersebut merupakan senjata terkuat bagi seorang polisi. Polri diinstruksikan untuk selalu dekat dengan masyarakat, hadir saat dibutuhkan, serta melayani dan melindungi tanpa menyusahkan.

”Gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat, semua perlengkapan kita dari rakyat. Karena itu, kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita,” ujar Prabowo.

Selain itu, Presiden menekankan agar penegakan hukum dilakukan dengan adil dan berani dalam membela kebenaran ataupun melindungi kaum lemah tanpa rasa takut kepada siapa pun, kecuali Tuhan. Peningkatan profesionalisme internal pun menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Menghadapi modus kejahatan modern, jajaran Polri diwajibkan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, hingga kecerdasan buatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Mencairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan yang Benar Lewat HP
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Berpotensi Tembus Rp24 Triliun Berkat PPh Pedagang Shopee-TikTok Shop Cs
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Belajar dari Insiden Truk di Bekasi, Pakar Ingatkan Rutin Cek Spion
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Pelajaran Parenting yang Bisa Dipetik dari Film Toy Story 5
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Hakim MK Adies Kadir Digugat ke PTUN
• 8 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.