Memasuki hari kedua, kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Hingga saat ini, sejumlah titik api dan kepulan asap tebal masih menyelimuti area gunungan sampah.
Dikutip dari Primetime News, Metro TV, Rabu 1 Juli 2026, kondisi medan yang sulit, tumpukan sampah yang sangat tinggi, serta tiupan angin kencang menjadi rintangan utama bagi petugas dalam melakukan pemadaman dari jalur darat. Akibat angin dan cuaca yang terik, titik-titik api baru kerap bermunculan kembali dan dengan cepat menyebar ke area lain yang sebelumnya belum terbakar.
Jurnalis Metro TV, Emir Hamzah, melaporkan bahwa kebakaran yang mulai terjadi sejak Selasa sore tersebut kini telah menghanguskan lebih dari tiga hektare area TPA. Kepulan asap yang membumbung tinggi juga dilaporkan mulai menyebar dan berdampak ke sejumlah kawasan permukiman warga di sekitar lokasi.
"Cuaca ekstrem serta adanya embusan angin yang cukup kencang mengakibatkan sejumlah titik api ini kembali muncul, sehingga petugas mengalami kewalahan untuk melakukan pemadaman. Luasan TPA Jatiwaringin yang terkena dampak kepulan asap dan titik api ini kurang lebih sudah mencapai tiga hektare lebih," lapor Emir Hamzah.
Baca Juga :
Potensi Hujan Rendah, TMC Sulit Dilakukan di TPA JatiwaringinGuna melokalisasi kobaran api agar tidak semakin meluas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang telah menerjunkan sekitar 10 unit armada pemadam kebakaran. Sedikitnya 40 personel gabungan dikerahkan ke lokasi untuk terus bersiaga melakukan proses pemadaman dan pendinginan lahan.
Menariknya, meski sebagian besar area TPA tengah dilanda kebakaran hebat dan diselimuti asap pekat, aktivitas operasional pembuangan sampah oleh armada truk pengangkut terpantau masih tetap berlangsung di sisi lain lahan TPA Jatiwaringin yang dirasa masih aman dari jangkauan api.




