Pakar: Arahkan AI untuk perkuat kehidupan bukan pengganti manusia

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Tangerang (ANTARA) - Dewan guru besar Universitas Binus menegaskan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya.

Ketua Dewan Guru Besar Universitas Binus Prof Harjanto Prabowo di Tangerang, Banten, Kamis, mengatakan AI tidak boleh berhenti pada penggunaan aplikasi semata tetapi sebagai bagian transformasi kehidupan, pendidikan, industri, kreativitas, tata kelola, hukum, hingga strategi nasional.

"AI harus dapat dimanfaatkan secara lebih bermakna, etis, dan bertanggung jawab, untuk mendukung kehidupan manusia, memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), mendorong produktivitas, serta memperluas dampak positif bagi masyarakat dan bangsa," kata Prof Harjanto

Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pemikiran, solusi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Karena itu pihaknya mengangkat gagasan "AI for Life" di tengah perkembangan yang semakin cepat dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan.

Baca juga: Praktisi: Teknologi AI peluang industri kripto perkuat sistem keamanan

"Melalui gagasan AI for Life, Dewan Guru Besar Binus ingin menegaskan bahwa teknologi, khususnya AI, harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya,” ujar Prof. Harjanto.

Ia mengatakan AI bukan hanya tentang kecanggihan teknologi, melainkan tentang teknologi dapat diarahkan untuk memperkuat kualitas hidup manusia, memperluas akses, menciptakan peluang, melindungi masyarakat, dan mendukung pembangunan bangsa.

"Dalam era kecerdasan baru, kepemimpinan dan kolaborasi menjadi kunci agar AI dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Teknologi tidak dapat berdiri sendiri tanpa arah, nilai, dan tanggung jawab. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun literasi, etika, riset, talenta, dan kebijakan yang mampu menjadikan AI sebagai kekuatan untuk kehidupan," tegasnya.

Baca juga: Jepang uji coba sistem AI deteksi pohon berisiko tumbang

Melalui gagasan AI for Life, pihaknya ingin mendorong AI menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat industri, mendukung pengambilan kebijakan, memperluas akses terhadap peluang, serta menciptakan dampak sosial yang lebih merata.

“AI for Life adalah ajakan agar kita tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa teknologi tersebut membawa manfaat nyata bagi manusia dan Indonesia,” kata Prof. Harjanto.

Prof. Firdaus Alamsjah menambahkan AI perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat kualitas pengambilan keputusan, membangun kapabilitas baru, serta menciptakan inovasi yang berdampak bagi industri dan masyarakat.

"Organisasi, industri, dan institusi pendidikan, perlu bergerak dari AI adoption menuju AI transformation, yaitu dari sekadar memakai teknologi menjadi mampu menciptakan nilai melalui teknologi," katanya.

Baca juga: Menjaga nilai karya jurnalistik di era AI


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Bersumpah Balas Kematian Ayatollah Khamenei di Waktu yang Tepat!
• 6 jam laludetik.com
thumb
CIMB Niaga Lepas Target OCTO Jadi Super App, Fokus Layanan Investasi
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Pesawat AMA PK-RCY Diduga Dibakar di Bandara Ipdeheik Yahukimo, Pilot Tewas
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Komdigi: Nilai Kerugian akibat Penipua Online Capai Rp 7,5 Triliun
• 4 jam lalukompas.com
thumb
80 Tahun Polri: Harus Lindungi Publik, Tinggalkan Paradigma Kolonial
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.