Melawan Mitos Penuaan dengan Keyakinan Diri yang Positif

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Bertambah usia dan masuk dalam kelompok penduduk lanjut usia alias lansia akan dialami oleh manusia. Penelitian kini berupaya untuk menemukan resep untuk melawan mitos menjadi lansia yang anggapannya makin tidak berdaya secara fisik, mental, dan kognitif sehingga memengaruhi produktivitas hidup.

Di Indonesia yang kini memasuki fase populasi menua, menyiapkan kelompok lansia yang sehat dan berdaya seharusnya menjadi perhatian serius. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, jumlah lansia meningkat dua kali lipat dibandingkan 1970-an dan terus bertambah hingga melampaui 10 persen populasi. Rasio ketergantungan lansia diproyeksikan naik tajam hingga 2045.

Sebuah studi jangka panjang yang dilakukan peneliti di Yale University, Amerika Serikat, yang dipublikasikan di jurnal Geriatrics edisi Maret 2026, menantang salah satu mitos terbesar tentang penuaan. Terdapat asumsi yang meluas di kalangan ilmuwan, penyedia layanan kesehatan, dan masyarakat umum bahwa usia lanjut adalah masa penurunan kognitif dan fisik yang tak terhindarkan dan universal. Sebaliknya, orang lanjut usia yang membaik dianggap sebagai pengecualian.

Hasil studi dari Yale University justru memberikan harapan optimistis. Hampir setengah dari orang tua di atas 65 tahun membaik secara fisik, mental, atau keduanya dari waktu ke waktu meskipun ada kepercayaan umum bahwa penuaan berarti penurunan terus-menerus.

”Banyak orang menyamakan penuaan dengan hilangnya kemampuan fisik dan kognitif yang tak terelakkan dan terus-menerus. Apa yang kami temukan adalah perbaikan di kemudian hari tidaklah sedikit, itu umum, dan itu harus dimasukkan dalam pemahaman kita tentang proses penuaan,” kata Becca R Levy, penulis utama studi dan profesor ilmu sosial dan perilaku di Yale School of Public Health (YSPH).

Levy menjelaskan, para peneliti menemukan orang dengan sikap yang lebih positif tentang bertambah tua secara signifikan lebih mungkin untuk menunjukkan kondisi fisik dan mental yang baik. ”Keyakinan mereka tentang penuaan mungkin memainkan peran penting kondisi tersebut,” tegasnya.

Orang dengan sikap yang lebih positif tentang bertambah tua secara signifikan lebih mungkin untuk menunjukkan kondisi fisik dan mental yang baik.

Baca JugaTantangan Menjadikan Lansia Berkualitas Besar

Tim peneliti menganalisis data lebih dari 11.000 peserta dalam Studi Kesehatan dan Pensiun yang merupakan sebuah survei jangka panjang yang didanai pemerintah negara federal terhadap orang Amerika Serikat yang lebih tua. Untuk mengukur perubahan kemampuan mental, para peneliti menggunakan penilaian kognitif global. Fungsi fisik dievaluasi melalui kecepatan berjalan, ukuran yang sering dianggap oleh dokter geriatri sebagai indikator utama kesehatan secara keseluruhan karena terkait erat dengan kecacatan, rawat inap, dan kematian.

Peserta diikuti selama 12 tahun. Selama periode itu, 45 persen menunjukkan perbaikan di setidaknya satu dari dua bidang yang diperiksa.

Sekitar 32 persen membaik secara kognitif, sementara 28 persen membaik secara fisik. Banyak peserta mengalami keuntungan yang cukup besar untuk dianggap bermakna secara klinis. Ketika para peneliti juga menghitung individu yang kemampuan kognitifnya tetap stabil daripada menurun, lebih dari setengah peserta menghindari ekspektasi kerusakan kognitif yang umum.

Baca JugaLansia Sehat dan Bahagia,  Mungkinkah?
Pandangan positif tentang penuaan

Martin Slade, dosen dan dokter di Yale School of Medicine dan Department of Environmental Health Sciences di YSPH yang juga terlibat dalam penelitian, mengatakan timnya juga mengeksplorasi mengapa beberapa orang dewasa yang lebih tua membaik sementara yang lain tidak. Salah satu kemungkinan, mereka mengusulkan, adalah pengaruh keyakinan usia yang dipegang pada awal penelitian. Secara khusus, mereka memeriksa apakah peserta telah mengadopsi pandangan yang lebih positif atau lebih negatif tentang penuaan.

Analisis mereka mendukung gagasan itu. “Orang tua dengan keyakinan yang lebih positif tentang penuaan secara signifikan, lebih mungkin untuk meningkatkan kinerja kognitif dan kecepatan berjalan. Hubungan tetap kuat bahkan setelah disesuaikan dengan faktor-faktor termasuk usia, jenis kelamin, pendidikan, penyakit kronis, depresi, dan lamanya tindak lanjut,” jelas Slade.

Slade menambahkan, temuan ini dibangun di atas teori perwujudan stereotip Levy. Teori ini mengusulkan bahwa stereotip terkait usia yang diserap dari masyarakat melalui sumber seperti media sosial dan iklan pada akhirnya dapat menjadi bermakna secara pribadi dan memiliki efek biologis yang terukur.

Studi sebelumnya yang dipimpin Levy menemukan bahwa keyakinan negatif tentang penuaan dikaitkan dengan memori yang lebih buruk, kecepatan berjalan lebih lambat, peningkatan risiko kardiovaskular, dan biomarker yang terkait dengan penyakit alzheimer.

“Temuan baru ini menunjukkan pola sebaliknya juga dapat terjadi. Studi saat ini menunjukkan bahwa mereka yang telah mengasimilasi keyakinan usia yang lebih positif sering menunjukkan perbaikan,” kata Levy yang juga penulis buku “Breaking the Age Code: How Your Beliefs About Aging Determine How Long & How Well You Live.”

Baca JugaLansia Produktif dan Mandiri

Levy menambahkan, keyakinan usia dapat dimodifikasi. Hal ini membuka pintu untuk intervensi baik di tingkat individu maupun masyarakat.

Penelitian juga menemukan, perbaikan tidak terbatas pada orang yang ketika penelitian dimulai ada gangguan fisik atau kognitif. Peserta yang memulai dengan tingkat normal fungsi kognitif dan fisik sering meningkat dari waktu ke waktu. Temuan ini menantang gagasan bahwa keuntungan kehidupan di kemudian hari hanya mencerminkan pemulihan dari penyakit atau kembali ke tingkat sebelumnya setelah kemunduran.

“Kami berharap hasil penelitian ini akan membantu mengubah persepsi publik tentang penuaan dan mengurangi keyakinan bahwa penurunan terus menerus tidak dapat dihindari. Temuan ini  dapat mendukung investasi yang lebih besar dalam perawatan pencegahan, program rehabilitasi, dan layanan promosi kesehatan lainnya yang membantu orang dewasa yang lebih tua membangun kapasitas mereka untuk ketahanan dan perbaikan,” kata Levy.

Hasil penelitian ini akan membantu mengubah persepsi publik tentang penuaan dan mengurangi keyakinan bahwa penurunan terus menerus tidak dapat dihindari.

Bebas dari penyakit kronis

Sementara itu, penelitian baru yang dipresentasikan pada konferensi tahunan European Society of Human Genetics di Gothenburg seperti dikutip dari laman Sciencedaily pada 21 Juni 2026, mencari mekanisme biologis yang mendukung rentang kesehatan yang lebih lama. Yang dimaksud rentang kesehatan seseorang adalah jumlah tahun mereka hidup bebas dari penyakit kronis dan penurunan kognitif.

Dari penelitian tentang peningkatan harapan hidup di dunia yang melambat, didapati setelah 2011, risiko utama seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi meningkat di hampir semua negara. Perawatan untuk kolesterol dan tekanan darah memang membaik, tetapi belum cukup untuk mengimbangi dampak buruk dari obesitas dan pola makan yang buruk yang menyebabkan penyakit kronis pada lansia.

Tim mengidentifikasi empat wilayah genom yang tampaknya mengandung gen yang terkait dengan umur panjang. Didapati gen CGAS (cyclic GMP-AMP synthase), yang sebelumnya telah dikaitkan dengan penuaan. Varian ini muncul pada dua keluarga berumur panjang yang termasuk dalam penelitian ini.

Gen CGAS membantu memicu peradangan ketika DNA terdeteksi di tempat yang tidak termasuk di dalam sel. Ini dapat terjadi selama infeksi virus atau ketika sel rusak.

Baca JugaLansia Bukanlah Manusia Sia-sia
Baca JugaLansia Jepang dan Inggris Melawan Renta dengan Olahraga dan Dansa

Pasquale Putter, seorang mahasiswa doktor tahun akhir di kelompok Prof Eline Slagboom di Leiden University Medical Center di Leiden, Belanda, mengatakan para peneliti percaya respons inflamasi yang berkurang ini dapat membantu melindungi dari beberapa efek merusak yang terkait dengan penuaan sambil menjaga kemampuan tubuh untuk mempertahankan diri.

Putter mengatakan hasil temuan timnya akan diujicobakan pada killifish yang merupakan vertebrata berumur terpendek, dengan umur alami antara tiga hingga sembilan bulan. “Menggunakan mereka sebagai model akan memungkinkan kami untuk menentukan apakah mutasi berkontribusi pada peningkatan umur jika dibandingkan dengan kelompok kontrol, dan juga untuk menyelidiki efek kesehatannya di jaringan, "kata Putter.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BEI Suspensi-Denda 71 Emiten yang Belum Serahkan Laporan Keuangan Audit
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Spanyol Catat 1.028 Kematian akibat Gelombang Panas Ekstrem pada Juni 2026
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ibu Hamil Terpapar Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Kasus Muara Kate: Merasa Diperlakukan Tak Adil, Misran Toni Mengadu ke Lembaga HAM di Jakarta
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Potongan Komisi Ojol 8 Persen Belum Cukup, Driver Soroti Biaya Layanan Aplikator
• 17 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.