Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong percepatan program pemilahan sampah sebagai solusi mengatasi persoalan sampah di ibu kota, menyusul tumpukan sampah liar di kawasan Cakung, Jakarta Timur, sempat viral di media sosial.
Pramono mengatakan dirinya langsung memerintahkan jajarannya membersihkan tumpukan sampah tersebut begitu menerima laporan dari masyarakat. Menurutnya, sekitar 54 ton sampah berhasil diangkut dari lokasi.
“Yang berkaitan dengan tumpukan sampah di Cakung. Kebetulan tumpukan ini di media sosial begitu ramai, dan ketika saya mendapatkan laporan dari masyarakat, saya langsung memerintahkan untuk dibersihkan. Alhamdulillah kemarin sudah dibersihkan,” kata Pramono kepada wartawan di Grogol, Jakarta Barat, Kamis (2/7).
Namun, Pramono menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa Jakarta masih menghadapi persoalan serius dalam pengelolaan sampah, terutama setelah berkurangnya kapasitas tampung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
“Ini menjadi catatan bagi kita semua bahwa peristiwa seperti ini bisa terjadi karena memang problem sampah di Jakarta, karena ada pengurangan tampungan di Bantar Gebang. Ini mengakibatkan pilah sampah menjadi salah satu program yang harus dikejar,” ujarnya.
Pramono mengapresiasi laporan masyarakat yang menjadi dasar penanganan cepat di lapangan. Ia juga mengimbau warga tidak membuang sampah sembarangan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Kami menyampaikan terima kasih atas masukan dari masyarakat. Saya tidak pernah keberatan dengan laporan dalam bentuk apa pun. Kemarin kurang lebih 54 ton sampah berhasil dibersihkan,” ujar Pramono.
“Saya meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Mari kita jaga bersama Jakarta menjadi lebih rapi, lebih bersih, terutama hal yang berkaitan dengan sampah,” sambungnya.
Sebelumnya, tumpukan sampah liar membentang di pinggir Jalan Raya Cakung Barat, tepatnya di samping Rusun Albo, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (30/6).
Pantauan kumparan di lokasi, sampah yang menumpuk sepanjang sekitar 50 meter itu terdiri dari limbah rumah tangga, karung berisi sampah, hingga plastik berukuran besar yang menimbulkan bau menyengat.
Usai mendapat laporan warga, Pemerintah Kecamatan Cakung melakukan kerja bakti massal dengan mengerahkan 8 armada truk dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur serta alat berat untuk mengangkut sampah.
Camat Cakung Rohmad menduga tumpukan sampah tersebut bukan berasal dari warga sekitar, melainkan dibuang oleh orang yang melintas di kawasan tersebut.
“Ini tumpukan sampah kalau saya tanya dengan Pak RW, memang bukan warga RW 8, ini posisi kita di RW 8 Cakung Barat. Kemungkinan besar sampah yang berasal dari warga yang melintas," tegas Rohmad kepada kumparan saat ditemui di lokasi, Selasa (30/6).
Setelah proses pembersihan selesai, lokasi akan dipagari dan dipasang spanduk larangan membuang sampah, disertai pengawasan rutin untuk mencegah munculnya kembali tempat pembuangan sampah liar.





