Setiap dua pekan sekali, puluhan anak berusia 4 hingga 12 tahun berkumpul di sejumlah ruang publik di Sleman untuk membaca buku dan berdiskusi tentang bacaan mereka. Kegiatan yang digagas komunitas Sinau Ria sejak akhir 2024 ini kini telah diikuti sekitar 50 anak.
Founder Sinau Ria, Chairun Nisa, mengatakan komunitas tersebut berawal dari kebutuhannya mencari wadah bagi anak-anak yang telah mampu membaca untuk memiliki forum dan teman dengan minat yang sama.
"Jadi awalnya Sinau ria berdiri ini karena kebutuhan kami untuk memfasilitasi anak-anak kami punya forum dan teman-teman yang sama-sama suka baca. Waktu itu saya baru pindah ke Jogja. Saya belum menemukan forum untuk anak-anak tujuh tahun ke atas yang notabene sudah bisa membaca," ujarnya.
Seiring bertambahnya peserta, Sinau Ria mengembangkan dua kegiatan utama, yakni book club sebagai forum diskusi bacaan dan art club sebagai ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas seni.
"Jadi book club itu forum diskusi untuk anak-anak yang suka baca. Dan art club itu ajang untuk menyalurkan kreativitas seni," kata Chairun Nisa.
Dalam menjalankan kegiatannya, Sinau Ria memanfaatkan berbagai ruang publik yang dikelola Pemerintah Kabupaten Sleman, seperti Perpustakaan Kabupaten Sleman, Lapangan Denggung, kawasan Lapangan Pemkab Sleman, hingga ruang terbuka hijau lainnya.
Berbagai fasilitas tersebut dapat diakses masyarakat umum dan menjadi tempat berlangsungnya berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan literasi, olahraga, hingga aktivitas komunitas.
Menurut Chairun Nisa, keberadaan ruang publik tersebut menjadi penunjang pelaksanaan kegiatan karena komunitas tidak memiliki tempat maupun anggaran tetap.
"Ruang publik seperti ini sangat membantu komunitas untuk keberlangsungan kegiatan. Karena ruang seperti ini menyediakan area terbuka hijau untuk anak-anak juga mengeksplorasi lagi," ujarnya.
Selain menjadi lokasi berkegiatan, ruang terbuka hijau juga menjadi pilihan yang diinginkan oleh para peserta.
"Teman-teman tuh request-nya, cari tempat yang hijau-hijau dong," katanya.
Chairun Nisa mengatakan keberadaan fasilitas ruang publik yang disediakan pemerintah turut mendukung komunitas dalam menjalankan berbagai kegiatan literasi bagi anak.
"Sangat terbantu dengan adanya fasilitas ruang publik yang disediakan oleh pemerintah. Dan itu sangat membantu komunitas untuk bereksplorasi lagi," ujarnya.





