KOMPAS.com – Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono memastikan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Ketahanan dan Keamanan Siber (KKS) akan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Dia menegaskan, keterlibatan publik menjadi bagian penting agar regulasi yang disusun mampu menjawab berbagai tantangan keamanan siber yang terus berkembang.
Komisi I DPR RI juga akan membuka ruang partisipasi publik melalui mekanisme meaningful public participation.
Dengan demikian, akademisi, pelaku industri, organisasi masyarakat sipil, hingga masyarakat umum dapat menyampaikan pandangan maupun masukan terhadap substansi RUU.
"Pastinya, akan ada meaningful public participation sehingga masyarakat melalui kanalnya bisa menyampaikan pandangan dan juga permasalahan yang ada," tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, melansir dpr.go.id, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Draf RUU Keamanan dan Ketahanan Siber di DPR Tertutup dari Publik, Kenapa?
Dave menjelaskan, proses pembahasan RUU KKS masih berada pada tahap awal sehingga belum dapat dipastikan target penyelesaiannya.
Politisi Fraksi Partai Golkar itu menambahkan, DPR bersama pemerintah akan segera memulai pembahasan substansi RUU KKS.
Proses tersebut diawali dengan penyerahan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) oleh pemerintah dan pembentukan Panitia Kerja (Panja) di Komisi I DPR RI.
"Pemerintah baru mulai menyerahkan DIM-nya, dan kami sudah membuat panjanya. Kami akan segera melaksanakan tugas untuk kami bahas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada," jelasnya.
Dave menegaskan Komisi I akan terlebih dahulu menjalankan seluruh tahapan pembahasan sesuai mekanisme yang berlaku.
Dengan demikian, parlemen dan pemerintah dapat menghasilkan regulasi yang komprehensif dan mampu menjawab kebutuhan nasional di bidang ketahanan dan keamanan siber.
Baca juga: Anggota DPR Klaim RUU Keamanan Siber Bukan untuk Bungkam Kritik dan Awasi Publik
"Ini baru mulai pembahasan. Nanti biar proses berjalan dulu, baru kita bisa melihat kapan kira-kira ini bisa rampung," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang