New Hair, New Confidence: Mencoba French Blending™ dengan iNOA dari L’Oréal

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Minggu lalu, saya bertandang ke Irwan Team Salon di Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan. Kali ini tujuan saya bukan untuk manicure atau sekadar hair spa, melainkan mencoba salah satu teknik pewarnaan rambut terbaru dari L’Oréal Professionnel, yaitu French Blending™.

Teknik ini menggunakan iNOA (Innovation No Ammonia), pewarna rambut profesional bebas amonia yang dirancang untuk memberikan hasil warna yang natural sekaligus nyaman di kulit kepala.

Jujur, saya datang membawa rasa penasaran dan secuil rasa ragu. Penasaran karena saya termasuk orang yang cukup menikmati berbagai perawatan rambut, mulai dari creambath, hair spa, hingga coloring.

Bagi saya, rambut adalah salah satu bagian yang bisa langsung mengubah penampilan dan meningkatkan rasa percaya diri. Bahkan perubahan kecil pada warna rambut sering kali membuat saya merasa tampil lebih segar tanpa harus mengubah gaya secara drastis.

Namun, ketika berbicara soal hair coloring, saya punya satu syarat: saya nggak suka dengan warna rambut terlalu 'ngejreng', saya selalu mencari hasil pewarnaan yang tetap natural, tapi bisa memberikan dimensi dan membuat tampilan rambut terasa lebih hidup.

Karena itu, sejak L’Oréal merilis konsep French Blending™, tren ini langsung menarik perhatian saya. Meskipun saat mau mencoba, tetap ada sedikit keraguan: gimana nanti kalau nggak cocok, ya? Gimana kalau muka aku malah jadi aneh pakai warna rambut ini?

Tapi demi memuaskan rasa penasaran, saya mantap bikin janji. Ah, nggak sabar juga punya tampilan rambut baru.

Sebelum proses dimulai, hairstylist menjelaskan bahwa French Blending™ merupakan teknik hair color blending yang dirancang untuk menciptakan warna rambut multi-dimensi dengan hasil yang lembut dan menyatu. Teknik ini cocok untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mereka yang baru pertama kali mewarnai rambut hingga yang ingin menyamarkan uban tanpa harus melakukan full coverage.

French BlendingTM menawarkan tiga tipe in salon service untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam. Pertama, Dimensional Blending dirancang bagi mereka yang baru pertama kali mewarnai rambut dan menginginkan tampilan natural serta mudah dirawat.

Lalu ada Retouch Blending untuk membantu menyamarkan pertumbuhan akar (regrowth) agar tampak menyatu secara seamless dengan warna rambut multi-dimensi. Terakhir, ada Total Blending ditujukan bagi mereka yang menginginkan transformasi warna rambut secara menyeluruh dengan hasil yang lebih mewah, sekaligus efektif untuk menyamarkan uban.

Untuk saya, dipilih tipe Dimensional Blending, yang memang ditujukan untuk menghasilkan tampilan warna yang natural dan low-maintenance. Jadi, warna rambut tidak terlihat terlalu kontras, tetapi tetap memberikan efek yang membuat rambut tampak lebih berdimensi saat terkena cahaya.

Selain tekniknya, proses pewarnaan ini semakin spesial karena menggunakan produk iNOA, yakni pewarna rambut permanen tanpa amonia dari L’Oréal Professionnel. Salah satu hal pertama yang saya sadari adalah prosesnya terasa cukup nyaman. Tidak ada aroma menyengat yang biasanya identik dengan pewarna rambut. Selama proses berlangsung, kulit kepala juga terasa nyaman tanpa sensasi perih atau panas berlebih.

Menurut hairstylist, iNOA menggunakan teknologi Oil Delivery System dengan kandungan 60 persen minyak yang membantu mengantarkan pigmen warna ke dalam rambut secara optimal. Teknologi ini membuat hasil warna lebih merata, berkilau, dan tetap terlihat natural.

Proses pengembangan warna berlangsung sekitar 45 menit. Secara keseluruhan, mulai dari konsultasi, aplikasi warna, hingga styling, saya menghabiskan waktu sekitar satu setengah hingga dua jam di salon.

Bagian yang paling saya tunggu tentu saja hasil akhirnya.

Saat melihat rambut setelah selesai di-styling, saya langsung mengerti mengapa teknik ini disebut blending. Warna yang dihasilkan tidak terlihat seperti garis-garis highlight yang tegas, melainkan menyatu secara halus dengan warna dasar rambut. Efeknya membuat rambut terlihat lebih berdimensi dan berkilau tanpa terkesan berlebihan.

Yang saya suka, hasilnya tetap terlihat natural. Dari kejauhan mungkin orang tidak langsung menyadari bahwa rambut saya diwarnai, tetapi mereka bisa melihat ada sesuatu yang membuat rambut tampak lebih hidup dan sehat.

Ini menjadi nilai tambah bagi siapa pun yang ingin mencoba mewarnai rambut untuk pertama kalinya atau menginginkan perubahan yang tidak terlalu drastis.

Selain tampilannya yang cantik, French Blending™ juga menawarkan perawatan yang relatif mudah. Karena warna dibuat menyatu dengan warna dasar rambut, pertumbuhan akar rambut nantinya tidak akan terlihat terlalu kontras. Inilah yang membuat teknik ini banyak diminati, termasuk sebagai alternatif grey blending untuk menyamarkan uban dengan tampilan yang lebih natural.

Setelah mencobanya sendiri, saya bisa memahami daya tarik French Blending™ dengan iNOA. Teknik ini memberikan keseimbangan antara hasil warna yang elegan, tampilan yang natural, dan perawatan yang tidak terlalu merepotkan.

Buat kamu yang ingin bereksperimen dengan warna rambut tanpa perubahan ekstrem, teknik ini layak kamu pertimbangkan pada jadwal kunjungan salon berikutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN Pastikan Pemadaman Bergilir di Jawa Berakhir, Pasokan Batu Bara Diperkuat
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pembangunan Flyover Latumenten di Jakbar Mencapai 55,2 Persen, Ditargetkan Rampung Desember 2026
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Foto: Dihiasi Kartu Merah, AS Menang 2-0 Atas Bosnia
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Tanggapan Richard Lee Usai Eksepsi Ditolak Oleh JPU, sang Dokter Kecantikan: Kasus Ini Tak Patut Disidangkan
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Tragedi Dokter Icha, Kekuasaan, dan Pentingnya Perlindungan Profesi
• 18 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.