Warga RI Tahu Skor Akhir Duluan Sebelum Tayangan Piala Dunia Mulai

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS / Bobby Yip

Jakarta, CNBC Indonesia - Jika hari ini penggemar sepak bola bisa menyaksikan pertandingan secara langsung melalui televisi, ponsel, atau layanan streaming, maka puluhan tahun lalu situasinya justru berkebalikan. Warga Indonesia saat itu tidak bisa menikmati seluruh pertandingan Piala Dunia secara langsung, melainkan hanya menonton siaran ulang. 

Alhasil, masyarakat Indonesia kala itu seperti mendapat spoiler. Mereka sudah mengetahui skor pertandingan lewat koran sebelum menyaksikan tayangan Piala Dunia di televisi.

Kondisi tersebut terjadi pada Piala Dunia 1978 di Argentina. Saat itu Indonesia belum sepenuhnya menikmati siaran langsung ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut. Pada masa itu, satu-satunya stasiun televisi nasional adalah TVRI yang memiliki keterbatasan dalam memperoleh dan menayangkan pertandingan secara live dari luar negeri.


Mekanisme penyiaran pada tahun tersebut, mengutip koran Akçaya (2 Juni 1978), TVRI hanya menyiarkan rekaman ulang pertandingan saja karena tidak bisa menayangkan secara langsung seluruh laga Piala Dunia. Khusus Piala Dunia 1978, TVRI membeli hak siar untuk dua pertandingan saja, yakni perebutan tempat ketiga dan partai final yang menentukan juara pertama dan kedua.

Baca: Modus Baru Judol Piala Dunia 2026 Terbongkar, Komdigi Buka Suara

Sementara untuk pertandingan lainnya, TVRI memesan rekaman pertandingan yang kemudian disiarkan ulang secara bertahap selama beberapa hari.

"TVRI memesan rekaman pertandingan babak penyisihan grup dengan 36 tim. Jika pengirimannya lancar, rekaman itu akan disiarkan TVRI setiap hari mulai tanggal 5 Juni hingga 23 Juni," ungkap koran itu.

Sistem penyiaran seperti ini membuat masyarakat Indonesia terlambat menyaksikan pertandingan hingga beberapa hari setelah laga berlangsung. Sebagai gambaran, Piala Dunia 1978 mulai bergulir pada 1 Juni, sementara TVRI baru mulai menayangkan rekaman pertandingan pada 5 Juni.

Artinya, masyarakat Indonesia kerap mengetahui hasil pertandingan lebih dahulu melalui koran yang terbit setiap pagi. Ketika pembaca sudah mengetahui siapa yang menang, siapa yang kalah, hingga siapa pencetak golnya lewat koran pagi, pertandingan yang sama baru hadir di TVRI dalam bentuk rekaman beberapa hari kemudian.

TVRI memulai penayangan ulangan dimulai pukul 15.30 Waktu Indonesia Barat sampai waktu tayang TVRI berhenti di jam 12 malam. Itu pun selang-seling tidak nonstop selama belasan jam. Selama proses penayangan itulah, ramai-ramai warga nonton bareng untuk menyaksikan pertandingan yang mereka sudah tahu bagaimana akhirnya. 

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu dengan lewat relevansinya di masa kini
(mfa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Urgensi Pemanfaatan Teknologi AI Demi Efisiensi & Produktivitas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Kembali Tahan 1 Tersangka Kasus Suap Bupati Muara Enim
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
KPU Makassar Perkuat Pemahaman Regulasi PDPB untuk Optimalisasi Pemutakhiran Data Pemilih
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Perampingan BUMN Dikebut, MTEL dan KRAS Lebur 2 Anak Usaha Bagaimana Dampaknya?
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Penampakan Mobil Aplhard Ringsek Usai Tabrak Truk Trailer di Tol Dalkot
• 15 jam laludisway.id
thumb
Terumbu Karang Rusak Imbas Kapal Wisata Kandas di Berau, Penyebabnya Ditelusuri
• 8 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.