Bisnis.com, JAKARTA — PT Baoshuo Taman Industry Investment Group, pengelola kawasan Indonesia Huabao Industrial Park di Morowali, Sulawesi Tengah, meraih penghargaan Resilient Industrial Park Operator with Sustainable Socio-Economic Integration dalam ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026 yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta, pada Kamis (2/7/2026).
Penghargaan ini diserahkan secara simbolis oleh Direktur Strategis Bisnis Indonesia Group Maria Yuliana Benyamin serta Kepala Divisi Pemberitaan Bisnis Indonesia Group Setyardi Widodo dan diterima Direktur Public Relation PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (Huabao Indonesia) Zheng Yong.
Penghargaan ini diberikan atas kemampuan Baoshuo Taman Industry Investment Group dalam mengelola kawasan industri yang tidak hanya tangguh secara operasional di tengah dinamika ekonomi global, tetapi juga memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat dan ekosistem bisnis di sekitar kawasannya.
BIA merupakan acara tahunan yang digelar oleh Bisnis Indonesia Group sejak 2002 sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja unggul emiten dan korporasi di Tanah Air. Dalam gelaran BIA tahun ini, tema yang diusung adalah Where Growth Meets Strength, dengan penilaian dewan juri yang turut mempertimbangkan aspek kontribusi sosial dan keberlanjutan perusahaan, di samping kinerja finansial.
Dewan juri BIA 2026 di antaranya diketuai oleh Senior Economist Creco Research Raden Pardede, bersama Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Eduardus Tandelilin, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih, dan Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group Arif Budisusilo.
Huabao Indonesia dinilai unggul dalam kategori ini atas rangkaian program integrasi sosial-ekonomi yang dijalankan berdampingan dengan masyarakat sekitar kawasan industri di Kabupaten Morowali. Salah satu inisiatif terbaru adalah aksi penanaman 200 bibit mangrove jenis Rhizophora apiculata dan Avicennia marina di kawasan Wisata Pulau Kambing, Kecamatan Bumi Raya, pada Sabtu (6/6/2026), dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Kegiatan ini menyasar area pesisir yang rawan abrasi sekaligus menjadi destinasi ekowisata favorit, dan melibatkan kolaborasi lintas pihak, mulai dari karyawan perusahaan, masyarakat Desa Pebotoa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morowali, Karang Taruna Desa Pebotoa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Kambing, hingga Komunitas Sekolah Pecinta Alam SMK Negeri 1 Bungku Barat.
Selain itu, perusahaan juga menjalankan program edukasi lingkungan bertajuk "Huabao Goes to School" yang mengusung tema global #NowForClimate, digelar di SD Negeri Tondo, Desa Tondo, pada Juni 2026. Program ini melibatkan 50 siswa kelas 4 dan 5 dalam sesi belajar interaktif mengenai dampak perubahan iklim, bahaya pembakaran sampah plastik, hingga penggunaan energi yang bijak, yang ditutup dengan penanaman pohon bersama serta deklarasi komitmen "Melindungi Alam untuk Kehidupan Masa Depan".
Di luar dua program tersebut, Huabao Indonesia turut menjalankan sejumlah inisiatif tanggung jawab sosial berkelanjutan lainnya, termasuk pelatihan vokasi alat berat bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan Morowali yang telah melatih puluhan warga sekitar untuk memasuki dunia kerja, program magang bagi sekitar 100 mahasiswa perguruan tinggi Indonesia, donasi bahan bangunan untuk perbaikan fasilitas ibadah dan pendidikan seperti sekolah dan gereja di Desa Atananga serta Sekolah Dasar Tondo, hingga pembangunan tiga masjid di sekitar kawasan. Sejak tahap konstruksi dimulai, perusahaan mencatat telah menyalurkan donasi senilai lebih dari 100 juta yuan (RMB) kepada masyarakat sekitar kawasan.
Rangkaian program ini menjadi bagian dari pendekatan ESG (Environmental, Social, and Governance) yang diusung Huabao Indonesia, dengan filosofi menghormati adat dan budaya lokal, serta membangun jalur pembangunan yang terintegrasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah di Morowali.





