JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda mengatakan, pihak aplikator jangan sampai membuat pengguna jasa layanan ojek online (ojol) membayar mahal akibat potongan komisi yang turun menjadi 8 persen dari 20 persen.
Sebab, kedua belah pihak, baik driver ojol maupun pengguna akan terdampak risikonya.
"Ketika skema 92-8 ini kita jalankan, jangan sampai pihak aplikator secara sepihak menaikkan indeks kemahalan ini kepada konsumen. Nah, ini pentingnya ada semacam komite pengawasan dalam proses ini. Apa risikonya ketika dengan alasan karena hanya dapat 8 persen, aplikator lalu semua hal dibebankan kepada konsumen?" ujar Syaiful dalam diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Ojol Pertanyakan Skema Potongan 8 Persen, Setneg: Itu Versi Aplikator, Bukan Perpres
"Risikonya dua-duanya kena risiko. Termasuk yang paling akan kena dampak risiko adalah para driver ojek online kita," sambung Syaiful.
Syaiful mengatakan, ketika biaya transportasi ojol naik, maka pasti akan terjadi penurunan peminatan dari penumpang.
Menurutnya, biaya transportasi di Indonesia sudah di atas standar internasional, atau terlalu mahal.
"Karena rata-rata hampir mencapai 17-20 persen kocek rakyat yang harus dikeluarkan untuk biaya transportasi," kata Syaiful.
Syaiful menjelaskan, jika aplikator mencoba menutup kerugian akibat komisi 8 persen dengan membebankan ke konsumen, maka otomatis akan ada kenaikan indeks biaya transportasi.
Baca juga: Potongan Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, tetapi Asosiasi Sebut Biaya Layanan Malah Naik
Dia lantas membayangkan, jangan-jangan suatu saat nanti, masyarakat akan lebih memilih jalan kaki ketimbang naik transportasi publik.
Syaiful pun mendorong adanya pengawasan agar kebijakan aplikator tidak merugikan mitra dan juga konsumen.
"Pengawasan ini penting supaya tidak berefek tadi itu. Tidak berefek banyak hal tadi itu. Nah, ini perlu diwaspadai menurut saya," imbuh Syaiful.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang