Transformasi BUMN untuk Negeri

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

Roda transformasi Badan Usaha Milik Negara atau BUMN terus berputar. Perubahan yang diperkuat Danantara ini tidak hanya mencetak pertumbuhan laba yang menambah pemasukan negara, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Transformasi pun terus berjalan untuk negeri. 

Transformasi BUMN memasuki babak baru dengan kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara akhir Februari 2025. Sebagai badan investasi sekaligus pengelola aset-aset BUMN, Danantara terus mendorong transformasi BUMN agar semakin profesional, efisien, dan berdampak langsung bagi perekonomian nasional.

Transformasi meliputi serangkaian keputusan strategis, perubahan model bisnis, restrukturisasi organisasi, hingga optimalisasi fundamental perusahaan sesuai karakter bisnis terkini. Dalam setahun terakhir, proses transformasi BUMN dalam payung Danantara mencetak pertumbuhan laba yang menggembirakan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan, kinerja keuangan BUMN terus bertumbuh. Namun, BUMN bukan semata mesin pencetak laba negara. 

“BUMN semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya kepada rakyat dalam bentuk pemberian persamaan kesempatan. Mulai dari UMKM, komersial, maupun korporasi,” kata Rosan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Pada Senin (29/6/2026), sebanyak 22 BUMN mencatat realisasi laba lebih tinggi hingga April 2026 dibandingkan April tahun lalu. Kinerja cemerlang ini dicapai, antara lain, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) atau BTN.

Baca JugaDanantara Diresmikan, Emiten BUMN Konsolidasi Masih Prospektif 

Pupuk Indonesia meraih laba Rp 4,82 triliun pada April 2026, naik dari Rp 1,59 triliun pada April 2025. Dalam periode yang sama, Pelindo mencatat laba Rp 1,48 triliun dari sebelumnya Rp 550 miliar, InJourney meraih Rp 300 miliar dari Rp 226 miliar, dan BTN membukukan Rp 1,45 triliun dari Rp 1,01 triliun.

Secara keseluruhan, total laba konsolidasi 22 BUMN tercatat melonjak dari Rp 76,4 triliun pada April 2025 menjadi Rp 107,1 triliun per April 2026. Artinya, laba tumbuh berkisar 40 persen pada periode itu.

Selain capaian laba, BUMN juga turut menciptakan lapangan kerja. Pada sektor kawasan industri, misalnya, pendapatan BUMN mencapai Rp 3,81 triliun pada 2025 atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni Rp 3,09 triliun. Laba BUMN di sektor ini juga melonjak dari Rp 830 miliar menjadi Rp 1,3 triliun pada periode serupa. 

Investasi asing langsung di sektor ini bahkan tercatat sebesar 400 juta dolar AS–500 juta dolar AS. Angka ini ekuivalen penciptaan sedikitnya 10.000 lapangan kerja baru. Capaian ini menunjukkan transformasi BUMN memiliki efek berganda yang melampaui laporan keuangan perusahaan. 

Kepala Badan Pengatur BUMN Dony Oskaria menambahkan, peningkatan pendapatan dan laba tidak terlepas dari proses konsolidasi perusahaan induk dan anak usahanya. Upaya ini berujung pada efisiensi perusahaan. 

“Umumnya, anak-anak perusahaan dalam BUMN mengerjakan pekerjaan dari induknya. Itu kemudian menyebabkan inefisiensi,” ucap Dony, yang juga Chief Operating Officer Danantara. 

Proses konsolidasi BUMN diperkirakan menghemat operasional perusahaan sedikitnya Rp 30 triliun per tahun. Danantara bertekad, proses transformasi BUMN akan menghasilkan korporasi-korporasi plat merah berkelas global yang dapat meningkatkan manfaat bagi perekonomian Indonesia.

Transformasi berkelanjutan pula yang membawa Pupuk Indonesia beroperasi lebih efisien sekaligus meningkatkan kontribusi menyediakan pupuk untuk petani.

Salah satu terobosan Pupuk Indonesia yang didukung penuh Kabinet Merah Putih dan para pemangku kepentingan adalah usulan deregulasi proses distribusi pupuk subsidi dari 145 peraturan menjadi Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto tanggal 30 Januari 2025.

Swasembada beras

Peraturan ini membuat Pupuk Indonesia dapat menyalurkan pupuk subsidi kepada petani pada saat awal musim tanam sehingga dapat mempercepat swasembada beras. Apalagi, pada 7 Januari 2026, Presiden Prabowo mengumumkan Indonesia swasembada beras dalam acara panen raya di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

”Transformasi penyaluran pupuk subsidi menjadi dasar filosofi pemikiran bahwa kita bukan ingin menjadikan Pupuk Indonesia untung besar. Tetapi, ingin petani mendapatkan pupuk lebih mudah,” ujar Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi kepada Kompas di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Proses terus berlanjut dengan dukungan pemerintah agar Pupuk Indonesia merevitalisasi 8 pabrik pupuk yang berusia lebih dari 30 tahun. Presiden Prabowo pun menandatangani Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 113 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, yang memberikan ruang peningkatan efisiensi, penguatan rantai pasok bahan baku, dan modernisasi industri pupuk nasional.

Perpres No 113/2025 membuat Pupuk Indonesia menjadi lebih efisien karena subsidi pupuk dipatok berdasarkan harga pasar, bukan lagi biaya produksi ditambah keuntungan. Salah satu implementasi perpres itu adalah efisiensi waktu perawatan pabrik NPK dari 5 hari menjadi 3 hari berkat terobosan-terobosan karyawan Pupuk Indonesia.

Itu sebabnya, kalau ada yang tanya, keuntungan perusahaan dibawa ke mana? Ya, kami kembalikan kepada petani dan negara

Berbagai regulasi ini, kata Rahmad, merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak, terutama Badan Pengatur BUMN dan Danantara. Ia memastikan, roh transformasi Pupuk Indonesia adalah petani dan produktivitas pertanian Indonesia yang terus naik.

”Itu sebabnya, kalau ada yang tanya, keuntungan perusahaan dibawa ke mana? Ya, kami kembalikan kepada petani dan negara melalui banyak hal,” katanya.

Jangka panjang

Manajemen Pupuk Indonesia terus menyiapkan strategi bisnis mengubah aksi korporasi yang tergantung pada keadaan (cyclical) menjadi strategi struktural. Keunggulan aksi korporasi struktual adalah membangun pabrik baru dengan produktivitas tinggi, lebih efisien, sekaligus diversifikasi produk sehingga fundamental lini bisnis Pupuk Indonesia menjadi lebih kokoh.

”Kita akan memastikan juga supaya punya keunggulan struktural dengan integrasi vertikal untuk mengamankan bahan baku pupuk yang selama ini sebagian diimpor,” jelas Rahmad.

Pada klaster perbankan BUMN, transformasi juga telah membuahkan hasil, salah satunya pada BTN. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kenaikan laba itu tidak terlepas dari peran Danantara. 

Dukungan itu melalui penguatan tata kelola, peningkatan disiplin pengelolaan kinerja, serta mendorong sinergi antar-BUMN yang semakin terintegrasi. “Ke depan, kami optimistis sinergi dalam ekosistem Danantara akan semakin memperbesar peluang kolaborasi dan penciptaan nilai,” kata Nixon. 

Peningkatan laba juga merupakan hasil dari konsistensi implementasi strategi bisnis BTN, penguatan fundamental perusahaan, serta transformasi yang berjalan beberapa tahun terakhir. Pihaknya juga berfokus pada transformasi yang berdampak langsung pada masyarakat. Misalnya, memperkuat penghimpunan dana murah hingga memperluas ekosistem layanan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dalam ekosistem Danantara dan BP BUMN untuk menciptakan efisiensi, memperluas peluang bisnis, serta meningkatkan daya saing BTN sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan yang modern, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Nixon. 

Pada klaster infrastruktur, sejumlah BUMN juga mencatatkan peningkatkan kinerja keuangan. Pelindo, misalnya, membukukan laba sebesar Rp 1,48 triliun pada April 2026 atau tumbuh 169 persen dibandingkan Rp 550 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Kenaikan laba Pelindo didorong oleh dua faktor kunci, yaitu pertumbuhan pendapatan yang sejalan dengan peningkatan kinerja operasional, serta pengendalian beban usaha yang lebih disiplin,” ujar Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar, Kamis. 

Menurut dia, transformasi di bawah arahan strategis Danantara turut memperkuat fokus Pelindo, terutama dalam menciptakan nilai jangka panjang. Caranya, melalui pengelolaan portofolio yang lebih terarah, efisiensi organisasi, dan penguatan bisnis inti. 

Baca JugaTransformasi, Upaya Mempersempit Ketimpangan Pelabuhan di Indonesia Timur dan Barat

Ekosistem Danantara juga membuka peluang sinergi yang lebih luas antar BUMN, khususnya di sektor transportasi, logistik, kawasan industri, dan rantai pasok. Upaya menurunkan biaya logistik nasional tidak dapat dilakukan oleh sektor pelabuhan saja, tetapi memerlukan kolaborasi dengan BUMN.

Di klaster pariwisata, transformasi PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) InJourney juga mencatatkan pertumbuhan laba konsolidasi sebesar Rp 300 miliar pada April 2026. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode serupa tahun lalu, yakni Rp 226 miliar. 

Transformasi ini, antara lain, dilakukan melalui integrasi aset, penguatan tata kelola operasional dan manajerial, serta peningkatan kualitas layanan. Perubahan ini pun tidak terlepas dari dukungan Danantara. Teranyar, Danantara mendorong konsolidasi hotel-hotel BUMN di bawah pengelolaan InJourney.

”Konsolidasi ini bukan sekadar penyatuan aset hotel BUMN, tetapi juga merupakan langkah transformasi untuk membangun fondasi industri hospitality Indonesia yang lebih kompetitif di tingkat global,” ujar Direktur Utama InJourney Maya Watono.  

Konsolidasi ini, lanjutnya, juga dapat menjadi jawaban atas berbagai tantangan fundamental yang dihadapi hotel-hotel BUMN. Persoalan itu mulai dari fragmentasi brand, diferensiasi standar layanan, hingga optimalisasi kinerja operasional. Dalam konteks lebih luas, langkah ini dapat memperkuat ekosistem pariwisata nasional. 

Chief Economist Danantara Reza Yamora Siregar mengatakan, transformasi BUMN sangat dibutuhkan karena banyak perusahaan pelat merah yang mengalami kerugian. Itu sebabnya, Danantara mendorong restrukturisasi finansial, profesionalisasi manajemen berbasis meritokrasi, dan konsolidasi.

Transformasi BUMN berpotensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia

Tahun ini, misalnya, Danantara tengah merampingkan jumlah entitas BUMN, dari 1.077 perusahaan menjadi sekitar 200-300 entitas. Pada saat yang sama, sebanyak 20 proyek downstreaming/hilirisasi di berbagai sektor seperti pertanian dan pangan, mineral, serta energi, tengah dibangun.

Transformasi pun dilakukan bertahap, mulai dari evaluasi kondisi fundamental bisnis, perampingan struktur, perubahan komprehensif, dan penciptaan nilai. “Dengan begitu, transformasi BUMN berpotensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia,” ucap Reza.

Baca JugaDanantara: A Temasek-style BUMN "Superholding"?

Anggota Komisi VI DPR RI Christiany Eugenia Paruntu, mengingatkan, keberhasilan transformasi seharusnya tidak berhenti pada pengurangan jumlah entitas usaha. “Tahap yang jauh lebih penting adalah memastikan integrasi pasca-merger berjalan efektif, mulai dari harmonisasi budaya kerja, penyelarasan proses bisnis, penguatan tata kelola perusahaan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Christiany.

Transformasi BUMN pada akhirnya bukan sekadar meningkatkan laba atau merampingkan perusahaan, melainkan juga untuk memperkuat daya saing ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Transformasi ini pun diharapkan berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sederet Tantangan Sektor Perumahan, Ini Peluang yang Bisa Digarap Pengembang
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Dirut Pos Indonesia Mundur, Danantara Segera Siapkan Pengganti
• 45 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
KPK Tangkap Tangan Bupati Langkat Syah Afandin
• 10 menit lalukompas.tv
thumb
Kemendagri Ungkap Pentingnya Pendidikan Kepemimpinan untuk Layanan Publik
• 18 jam laludetik.com
thumb
TNI serahkan jenazah pilot AS ke keluarga
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.