Liputan6.com, Jakarta - Kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap kekasihnya, Yuvita Tri Rezeki, memasuki babak rekonstruksi. Sebanyak 21 adegan diperagakan tersangka untuk mengungkap rangkaian kekerasan yang diduga dialami korban.
Rekonstruksi digelar di Markas Polda Jawa Barat, Kamis (2/7/2026). Taufik tiba di lokasi dengan mengenakan rompi tahanan, peci berwarna krem, serta masker. Kedua tangannya tampak terikat saat digiring menuju Gedung Direktorat Reserse PPA-PPO.
Advertisement
Saat ditanya mengenai kondisinya, Taufik mengaku siap mengikuti seluruh rangkaian rekonstruksi. "Alhamdulillah, sehat. Iya, siap (ikut rekonstruksi)," kata Taufik.
Proses rekonstruksi berlangsung secara tertutup sehingga tidak dapat disaksikan langsung oleh awak media.
Berdasarkan hasil rekonstruksi, penyidik mendapati dugaan penganiayaan berat dilakukan tersangka di sedikitnya tiga lokasi berbeda. Bentuk kekerasan yang diperagakan pun beragam, mulai dari memukul menggunakan helm hingga memakai benda tumpul dan senjata tajam.
“Di antaranya memukul dengan helm, kemudian dengan ada kaki meja itu besi yang di TKP terakhir, kemudian ada dengan golok,” kata Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Jawa Barat, Kombes Rumi Untari.
Rumi menjelaskan, korban tidak mampu mengingat secara rinci seluruh peristiwa yang dialaminya. Kondisi tersebut dipengaruhi gangguan pada penglihatan yang dialami korban setelah dugaan penganiayaan.
“Dia sih bilangnya dengan seperti benda tajam gitu. Tapi dengan TKP yang kita temukan matching, itu dengan meja yang ada kakinya besi. Jadi mukanya juga dipukul pakai tangan kosong, dengan telapak tangan di pelipis,” paparnya.
Penyidik juga mengungkap bahwa dalam beberapa aksi penganiayaan, tersangka diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.
“Ada yang pengaruh dia miras, ada yang juga tidak,” tambahnya.
Taufik Hidayat Tak Gunting Bibir Yuvita
Di sisi lain, penyidik juga mengungkap fakta baru terkait luka yang dialami Yuvita Tri Rezeki. Polisi memastikan luka pada bibir hingga gigi korban yang tanggal bukan disebabkan aksi pengguntingan oleh tersangka Taufik Hidayat.
Rumi, mengatakan hasil penyelidikan maupun pengakuan tersangka tidak menunjukkan adanya tindakan menggunting bibir korban sebagaimana sempat beredar.
"Oh tidak ada. Tidak ada dan pelaku juga tidak mengakui, dan dari fakta yang ada juga tidak ada menggunting bibir itu," kata Rumi.
Menurutnya, kondisi bibir korban yang rusak serta gigi yang tanggal merupakan dampak dari pukulan yang dilakukan berulang kali. Luka tersebut, kata dia, semakin memburuk karena tidak segera mendapatkan penanganan medis.
"Jadi bibir itu atau gigi rontok itu karena pukulan berkali-kali. Sehingga rontok dan rusak bibirnya karena kan tidak diobati. Jadi lama-lama rusak bibirnya," kata Rumi.




