Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menambah emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC). HSC merupakan kondisi ketika sebagian besar saham perusahaan dikuasai oleh pihak tertentu. Berdasarkan pengumuman BEI pada Rabu (1/6), terdapat dua saham tambahan yang masuk kategori HSC. Pertama adalah saham emiten PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM). Berdasarkan metodologi penentuan HSC per 30 Juni 2026, saham HATM dimiliki sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat menguasai 96,09 persen total saham. Kemudian ada emiten PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG). Berdasarkan metodologi penentuan HSC pada 25 Juni 2026, saham DGWG tercatat dimiliki sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 97,35 persen total saham. Meski demikian, BEI menyatakan pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di pasar modal. “Tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal," kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangannya, dikutip Jumat (3/7). Dengan tambahan 2 emiten ini, secara total sudah ada 15 emiten yang masuk radar HSC BEI hingga 3 Juli 2026. Berikut daftar lengkap emiten tersebut: 1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 2. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 3. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) 4. PT Rockfields Properti Indonesia (ROCK) 5. PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) 6. PT Ifishdeco Tbk (IFSH) 7. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) 8. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) 9. PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) 10. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) 11. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) 12. PT Mahkota Group Tbk (MGRO) 13. PT Kota Satu Properti Tbk (SATU) 14. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) 15. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)





