JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa angka pengangguran dan kemiskinan turun dari tahun 2024 ke 2025.
"Penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,85 persen pada bulan Agustus 2025 lebih rendah dibandingkan dengan Agustus 2024 yang mencapai 4,91 persen," ujar Purbaya, dikutip Kompas.com dari keterangan pers, Jumat (3/7/2026).
Purbaya menjelaskan data tersebut dalam penyampaian pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN Tahun 2025 dalam Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026) kemarin.
Baca juga: Purbaya Ungkap Pendapatan Negara Rp 2.765 Triliun, Angka Pengangguran dan Miskin Turun
Angka pengangguran turun 0,06 persen pada tahun lalu. Angka kemiskinan juga dilaporkannya turun 0,32 persen pada tahun lalu.
Purbaya menyebut tingkat kemiskinan di Indonesia menjadi 8,25 persen pada 2025 lalu.
"Seiring dengan penguatan aktivitas ekonomi dan keberlanjutan program perlindungan sosial, tingkat kemiskinan juga turun dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025," ucapnya.
Baca juga: Pesan Prabowo di HUT Polri: Korupsi dan Penyelundupan Picu Kemiskinan
Purbaya sebut kebijakan fiskal jadi sebab
Purbaya berpandangan, terjaganya resiliensi ekonomi Indonesia ini didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif dan mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat.
Untuk memperkuat dampak kebijakan fiskal bagi masyarakat, kata Purbaya, pemerintah memberikan paket stimulus ekonomi secara bertahap dan di setiap kuartal sepanjang tahun 2025.
"Stimulus ini diarahkan untuk menjaga daya beli, mendorong konsumsi domestik, serta memperkuat sektor real melalui dukungan bagi UMKM, sektor padat karya, perumahan, program magang, hingga diskon tiket pada masa liburan, serta pemberdayaan generasi muda dengan total stimulus sebesar Rp 110,7 triliun," imbuh Purbaya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang