Masa Depan Gaza Masih Tak Menentu saat Perang Memasuki Hari ke-1.000

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Gaza: Konflik di Gaza memasuki hari ke-1.000 sejak serangan Israel ke Gaza yang kemudian meluas ke berbagai wilayah Timur Tengah.

Meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak 10 Oktober, masa depan lebih dari dua juta warga Palestina di Gaza masih belum jelas.

Israel kini menguasai lebih dari separuh wilayah Gaza dan menyatakan ingin mempertahankan sekitar 70 persen wilayah tersebut. Di sisi lain, sebagian besar penduduk Gaza masih mengungsi dan bertahan hidup di tengah reruntuhan akibat perang. Warga Palestina Masih Terus Menjadi Korban Serangan Israel memang berkurang setelah gencatan senjata berlaku, tetapi serangan masih terjadi hampir setiap hari. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.053 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata diberlakukan, termasuk lebih dari 350 perempuan dan anak-anak.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga memperingatkan bahwa perluasan operasi militer Israel di Gaza meningkatkan risiko bagi warga sipil, terutama di wilayah yang tidak memiliki batas area yang jelas. Hingga kini, lebih dari 3.400 orang dilaporkan terluka sejak gencatan senjata dimulai.

Seorang warga Palestina, Wisal Abu Khater, mengungkapkan kekecewaannya setelah serangan terbaru menewaskan warga sipil. "Di mana gencatan senjata yang terus mereka bicarakan? Malu pada mereka," ujarnya, dikutip dari media PBS News, Kamis, 2 Juli 2026. Dewan Perdamaian Bentukan Trump Belum Capai Kemajuan Upaya melanjutkan implementasi kesepakatan damai yang dimediasi Amerika Serikat masih terhambat. Utusan yang mengawasi gencatan senjata, Nickolay Mladenov, mengatakan pembahasan terhenti karena belum ada kesepakatan mengenai pelucutan senjata Hamas.

Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya bertujuan mempercepat pemulihan Gaza. Namun, hingga kini proses tersebut belum menunjukkan perkembangan berarti karena Hamas masih menginginkan sejumlah konsesi dari Israel sebelum menyetujui pelucutan senjata. Israel Bersiap Menghadapi Pemilu Warga Israel memperingati hari ke-1.000 perang di berbagai lokasi pada Kamis, 3 Juli 2026, termasuk di lokasi festival musik Nova yang menjadi sasaran serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 364 orang dan menyandera 40 lainnya.

Sejumlah keluarga korban juga menggelar penghormatan di bunker perlindungan di wilayah selatan Israel, tempat kerabat mereka tewas saat berusaha menyelamatkan diri dari serangan.

"Hari ini kita memperingati 1.000 hari sejak dunia kami runtuh, hari ketika kami kehilangan orang-orang tercinta," kata Yoram Yehudai, ayah salah satu korban yang tewas dalam serangan di festival Nova.

Di tengah suasana duka, puluhan demonstran menggelar aksi di dekat parlemen Israel untuk menuntut pemerintah membentuk komisi penyelidikan atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023. Survei terbaru juga menunjukkan lebih dari 60 persen warga Israel tidak menginginkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kembali mencalonkan diri pada pemilu mendatang. Gaza Masih Hancur, Bantuan Kemanusiaan Belum Lancar Warga Gaza hingga kini masih tinggal di kamp-kamp pengungsian atau bangunan yang rusak akibat perang. Mereka juga terus menghadapi ancaman serangan serta keterbatasan pasokan kebutuhan pokok.

Gencatan senjata sebelumnya diharapkan membuka akses bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, obat-obatan, dan bahan bakar. Namun, berbagai organisasi kemanusiaan menyebut distribusi bantuan masih terhambat karena pembatasan ketat di seluruh perbatasan Gaza.

PBB menyebut 17 rumah sakit di Gaza masih belum beroperasi. Sementara itu, badan militer Israel COGAT pada Rabu, 1 Juli 2026, mengklaim jumlah makanan yang masuk ke Gaza telah melebihi kebutuhan nutrisi penduduk sipil, meski berbagai lembaga kemanusiaan masih melaporkan keterbatasan akses bantuan.

Warga Khan Younis, Mahmoud Ashour, mengatakan kehidupan masyarakat berubah drastis sejak perang dimulai. "Sebelum perang kami memiliki segalanya. Sekarang kami hanya mendambakan sesuap makanan," ujarnya.


(Keysa Qanita)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Strategi PLN Capai PLTS 100 GW Prabowo
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Status Naik ke Level III Siaga
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Lamine Yamal tak peduli soal gol, terpenting Spanyol menang
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Hasil Investigasi Kemenkes Ungkap Lemahnya Pengamanan IGD dalam Kasus Dokter Icha
• 49 menit laluokezone.com
thumb
Cara teman kumparanMOM Menikmati Hobi Setelah Punya Anak
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.