JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR dari Fraksi PKB, Daniel Johan menilai pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Barat (Kalbar) mengganggu keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat.
Daniel pun mendorong adanya penyaluran kompensasi kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Selain kompensasi otomatis dari PLN, pemerintah perlu menyiapkan skema khusus bagi UMKM yang mengalami kerugian nyata akibat pemadaman, seperti rusaknya bahan baku, hilangnya omzet, dan terhentinya proses produksi," tulis Daniel dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, kompensasi tidak boleh berhenti pada potongan tagihan listrik semata, tetapi harus mampu membantu pemulihan usaha masyarakat.
Baca juga: PLN Sebut Pemadaman Listrik di Pontianak Dipicu Gangguan Mesin Akibat Cuaca Panas
"Tapi boro-boro dapat kompensasi, masyarakat justru banyak mengeluh kepada saya, tagihan bukan makin murah tapi makin menjadi-jadi, makin stres masyarakat Pak," tegas Daniel.
Daniel memandang, kondisi pemadaman listrik ini telah merugikan pelaku UMKM, pedagang, percetakan, warung kopi, hingga usaha kuliner.
Sebab, listrik merupakan kebutuhan dasar yang menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Dia juga meminta pemerintah bersama PLN segera mengakhiri krisis listrik tersebut agar tak berkepanjangan.
Baca juga: Omzet Anjlok Imbas Pemadaman Listrik, Pelaku Usaha di Palangka Raya Minta Keringanan Pajak
"Bagi rakyat, listrik padam bukan sekadar lampu yang mati, tetapi juga pendapatan yang hilang. Karena itu pemerintah harus segera mengatasi persoalan ini dan memastikan masyarakat yang dirugikan memperoleh kompensasi yang layak," kata Daniel.
Selain itu, Daniel meminta pemerintah dan PLN mengungkap alasan pemadaman listrik secara terbuka dan transparan.
Ia menyebut, transparansi adalah syarat penting untuk membangun kembali kepercayaan publik.
"Kita perlu mengawal terus agar pemadaman berkepanjangan tidak kembali terjadi dan tidak terus membebani kehidupan masyarakat Kalimantan Barat dan daerah lain di Indonesia," tulisnya.
Baca juga: Usaha Laundry di Samarinda Lumpuh Gara-gara Pemadaman Listrik Bergilir, Cucian Menumpuk
Diberitakan sebelumnya, PLN menerapkan pemadaman bergilir yang dibagi dalam tiga sesi pada Jumat (3/7/2026). Setiap sesi pemadaman berlangsung selama lima jam.