Orangtua Tak Perlu Cemas! Studi Buktikan Metode BLW Dukung Pertumbuhan Bayi Setara Spoon-Feeding

mediaindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita

MEMBERIKAN makanan pendamping ASI (MPASI) pertama bagi buah hati merupakan salah satu momen penting yang sering kali memicu perdebatan di kalangan orangtua. Saat bayi menginjak usia enam bulan, para orangtua biasanya dihadapkan pada dua pilihan metode pemberian makan, menyuapi anak dengan makanan bertekstur halus (spoon-feeding) atau membiarkan anak memilih dan memakan sendiri makanannya dalam bentuk potongan lunak (baby-led weaning/BLW).

Metode BLW mengalami lonjakan popularitas yang luar biasa dalam satu dekade terakhir, sebagian besar didorong oleh diskusi di forum pola asuh dan media sosial. Kendati demikian, popularitas ini juga membawa kecemasan tersendiri bagi orangtua maupun pengasuh. Banyak yang mempertanyakan apakah membiarkan bayi makan sendiri benar-benar dapat menjamin kecukupan kalori dan zat gizi yang mereka butuhkan untuk tumbuh dengan optimal.

Kini, sebuah studi terbaru dari para pakar nutrisi di Colorado State University (CSU) memberikan jawaban yang melegakan atas kekhawatiran tersebut. Penelitian ini membuktikan bayi yang mengonsumsi MPASI dengan metode mandiri (BLW) dapat tumbuh dengan kecepatan dan kualitas yang sama baiknya dengan bayi yang diberi makan secara konvensional menggunakan sendok.

Baca juga : Apakah Anak-Anak Mendengkur Itu Normal? Kenali Penyebab dan Risikonya

Kalori dan Kecepatan Tumbuh yang Setara

Dalam penelitian yang bekerja sama dengan University of Colorado Anschutz Medical Campus tersebut, para peneliti mengamati 150 bayi dalam rentang usia enam bulan hingga satu tahun. Tim peneliti melacak data makanan dan pertumbuhan para bayi tersebut secara rutin.

Hasil analisis kuantitatif berbasis data makanan menunjukkan bayi dari kelompok BLW maupun kelompok diet puree konvensional mendapatkan asupan kalori serta nutrisi harian yang serupa. Dampaknya, kedua kelompok bayi tersebut tumbuh dengan grafik dan kecepatan yang sama.

"Temuan ini menenteramkan hati para orangtua dan pengasuh bahwa bayi yang mengikuti metode baby-led weaning tumbuh pada tingkat kecepatan yang sama dengan bayi yang mengikuti metode penyapuan konvensional," kata Minghua Tang, seorang profesor sekaligus Lillian Fountain Smith Endowed Chair dalam bidang Nutrisi di Departemen Ilmu Pangan dan Nutrisi Manusia CSU.

Baca juga : Ketika Anak Tumbuh di Era Digital, Orangtua Perlu Hadir dengan Cara Baru

Tang menambahkan penelitian ini berhasil mengisi celah informasi ilmiah yang selama ini minim pembuktian. "Baby-led weaning sangat populer, tetapi sebelumnya kita tidak memiliki banyak bukti berbasis penelitian mengenai apakah metode ini lebih unggul daripada metode konvensional atau justru berpotensi membahayakan," jelas Tang. "Temuan ini membantu mengisi kekosongan tersebut dengan menunjukkan bayi yang mengikuti baby-led weaning tumbuh dengan lintasan yang sama seperti mereka yang disapih dengan suapan sendok."

Pendekatan Modern yang Sebenarnya Klasik

Kinzie Matzeller, seorang mahasiswa doktoral yang turut memublikasikan penelitian ini bersama Profesor Tang, mengungkapkan rasa optimisnya terhadap hasil studi ini. Menurutnya, sangat memuaskan bisa memberikan informasi berbasis bukti nyata kepada orang tua di tengah maraknya klaim anekdot tanpa dasar.

"Saya merasa lega bisa bersandar pada penelitian dan merasa optimis bahwa orang tua mungkin tidak perlu khawatir tentang pertumbuhan yang sehat jika mereka memilih metode baby-led weaning," kata Matzeller.

Menariknya, Matzeller juga mencatatkan meskipun BLW terkesan sebagai tren modern yang digaungkan para pembuat konten di media sosial, metode ini sebenarnya mencerminkan cara masyarakat zaman dahulu memberi makan bayi mereka. Pola ini dilakukan jauh sebelum makanan bayi olahan dalam kemasan stoples atau kantong (pouch) diproduksi secara massal dan menjadi norma baru seperti sekarang.

Para pendukung BLW menilai metode ini menawarkan banyak keuntungan. Selain melatih anak mengenali sinyal kenyang dan lapar mereka sendiri, metode ini juga mendorong keterlibatan bayi untuk menikmati menu makanan yang sama dengan anggota keluarga lain di meja makan. Di samping itu, aktivitas menggenggam makanan juga melatih keterampilan motorik halus yang berdampak positif pada perkembangan neurologis anak.

Catatan Penting untuk Keberhasilan BLW

Meski studi membuktikan efektivitas pertumbuhan yang setara, Profesor Tang mengingatkan bahwa ada beberapa poin penting yang wajib diperhatikan orang tua agar metode BLW berjalan sukses dan aman:

  1. Kesiapan Tumbuh Kembang: Bayi harus benar-benar menunjukkan kesiapan perkembangan motorik untuk memberi makan diri mereka sendiri (seperti mampu duduk tegak secara mandiri dan memiliki kontrol kepala yang baik).
  2. Tekstur yang Tepat: Makanan yang disajikan harus bertekstur cukup lembut dan dipotong dalam ukuran yang pas agar bayi terhindar dari risiko tersedak (choking).
  3. Variasi Menu Sehat: Keberhasilan tumbuh kembang anak dalam metode BLW sangat bergantung pada komitmen orang tua untuk menyediakan variasi makanan sehat yang kaya akan gizi seimbang.

Pada fase awal pengenalan zat padat di usia enam bulan, ASI atau susu formula memang masih memegang peran utama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Namun, seiring bertambahnya usia, yakni sekitar 10 bulan hingga satu tahun, porsi tersebut akan bergeser secara alami hingga separuh dari kebutuhan nutrisi harian anak dipasok dari makanan padat. Dengan adanya hasil studi ini, orangtua kini memiliki kebebasan berbasis ilmiah untuk memilih metode MPASI yang paling sesuai dengan kondisi dan kenyamanan keluarga mereka. (Earth/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
EU-ABC Nilai Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Sukses Ketahanan Gizi
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Kronologi OTT Bupati Langkat, Syah Afandi Tahu Tim KPK Berada di Sumut
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
120 Atlet Esports Bertanding di Kapolda Banten Cup 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Besok Ada Pendaftaran Kartu Gratis TransJ-MRT-LRT di CFD, Catat Syaratnya!
• 2 jam laludetik.com
thumb
Banyak Kepala Daerah Kena OTT KPK, Wamendagri Tak Sepakat Dikaitkan Gaji
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.