Menteri Jumhur Ajak Semua Elemen Bersatu Memuliakan Bumi Lewat Gerakan Brebes ASRI

jpnn.com
17 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu dalam gerakan menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, kepedulian terhadap bumi merupakan satu-satunya tekad yang mampu menyatukan berbagai latar belakang, mulai dari usia, etnis, agama, profesi, hingga kelompok sosial.

BACA JUGA: Diundang ke Forum Iklim Bergengsi, Jumhur Sampaikan Salam Prabowo ke Raja Charles III

Hal itu disampaikan Jumhur seusai menghadiri Gerakan Brebes ASRI berupa penanaman mangrove di pesisir Brebes, Jumat (3/7).

"Tidak ada satu tekad yang bisa menyatukan berbagai kekuatan selain tekad untuk memuliakan bumi. Lintas usia, lintas budaya, lintas agama, lintas sektoral, semua bisa bahu-membahu dalam satu tujuan, yaitu menjaga bumi," ujarnya.

BACA JUGA: Bertemu Raja Charles III, Menteri Jumhur Sampaikan Salam dari Presiden Prabowo

Jumhur mengatakan, krisis iklim yang kini dihadapi dunia menjadi tantangan bersama. Peningkatan emisi gas rumah kaca yang memicu pemanasan global harus direspons melalui aksi nyata. 

"Salah satunya dengan memperluas penanaman mangrove sebagai penyerap karbon alami," ucapnya.

BACA JUGA: Menteri Jumhur dan Co-Chair IAPB Bertemu, Bahas Pengembangan Biodiversity Credit

Ia mengungkapkan, sekitar 30 persen dari total 3,4 juta hektare hutan mangrove Indonesia mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, hampir 800 ribu hektare membutuhkan upaya pemulihan.

"Penanaman mangrove di Pantai Brebes merupakan bagian dari gerakan memulihkan sekitar 800 ribu hektare mangrove yang rusak. Saya mengajak semua pihak bergotong royong menanam mangrove maupun pohon lainnya untuk menghijaukan bumi," katanya.

Selain berfungsi menahan abrasi pantai, mangrove juga berperan penting dalam menyerap emisi karbon sehingga menjadi salah satu solusi berbasis alam untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Menurut Jumhur, pemulihan mangrove bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga investasi bagi ketahanan pangan, perlindungan kawasan pesisir, pengurangan risiko bencana, penciptaan lapangan kerja hijau, hingga penguatan ekonomi biru Indonesia.

Ia menegaskan, keberhasilan program rehabilitasi mangrove tidak diukur dari banyaknya bibit yang ditanam dalam sehari, melainkan dari keberhasilan merawatnya hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Setiap bibit mangrove yang ditanam adalah simbol komitmen memulihkan alam. Ketika alam pulih, masyarakat menjadi lebih sejahtera, pesisir semakin tangguh, dan Indonesia lebih siap menghadapi tantangan perubahan iklim.

"Menanam hari ini bukan sekadar menumbuhkan pohon, tetapi juga menumbuhkan perlindungan, kesejahteraan, dan harapan bagi generasi mendatang," ujar Jumhur.

Dalam kesempatan sama, Wakil Bupati Brebes Wurja menyambut baik kehadiran Menteri Lingkungan Hidup di Brebes. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat akan semakin memotivasi masyarakat untuk terus menjaga kawasan pesisir melalui penanaman mangrove.

"Selama ini masyarakat sudah cukup aktif melakukan penanaman mangrove. Kehadiran Pak Menteri tentu akan semakin menambah semangat warga untuk menjaga kelestarian Pantai Brebes," katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN), Sudirman Said, menilai pesan yang disampaikan Menteri Jumhur menjadi pengingat bahwa penyelamatan lingkungan merupakan agenda yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa.

Ia menegaskan komitmen UHN untuk berpartisipasi dalam gerakan penanaman dua miliar pohon sekaligus mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat kawasan pesisir melalui rehabilitasi mangrove.

"Kami berharap pohon-pohon mangrove yang ditanam hari ini dapat menjadi warisan bagi generasi 2045 sekaligus menginspirasi daerah dan kelompok masyarakat lainnya untuk melakukan gerakan serupa," ujar Sudirman. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral! Video Letusan Dahsyat Gunung Anak Krakatau Dipastikan Hoaks, Begini Fakta di Baliknya
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Cara Tukar Uang Rusak dengan Uang Baru di Bank Indonesia, dan Syaratnya
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Warga Jateng Sering Komplain Jalan Rusak, Gubernur Ahmad Luthfi Salahkan Hujan
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Scaloni Puji Tanjung Verde yang Repotkan Argentina
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Cakung Masuk Daftar Wilayah Pemain Judi Online Terbanyak, Camat Perkuat Sosialisasi Bahaya Judol
• 19 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.