Membongkar Solusi agar Laptop Tetap Cepat Meski Usianya Sudah Lebih dari Lima Tahun

viva.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Laptop yang telah berusia lebih dari lima tahun sering kali dianggap sudah tidak layak digunakan. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar.

Banyak perangkat keluaran 2019 atau bahkan lebih lama masih mampu menangani pekerjaan harian seperti mengetik dokumen, mengakses internet, rapat daring, hingga mengedit foto ringan jika dirawat dengan baik.

Baca Juga :
Laptop vs Tablet, Mana yang Sebenarnya Paling Worth It untuk Produktivitas di Tahun 2026?
7 Laptop Pelajar di Kelas Rp3 Jutaan: Siap Mendukung AI, Coding, hingga Desain Grafis Tingkat Dasar

Ilustrasi Laptop
Photo :
  • Pexels/Hanna Pad

Penyebab laptop yang terasa lambat setelah dipakai lebih dari lima tahun tidak selalu karena prosesornya melemah.

Menurut Intel dan Microsoft, dikutip VIVA rangkum Minggu, 5 Juli 2026, penurunan performa lebih sering dipicu oleh penyimpanan yang hampir penuh, terlalu banyak aplikasi berjalan di latar belakang, RAM yang tidak lagi memadai, hingga sistem operasi yang tidak terawat.

Dengan perawatan dan peningkatan komponen yang tepat, banyak laptop lawas masih mampu memberikan performa yang responsif.

1. Ganti HDD dengan SSD, Peningkatan yang Paling Terasa

Jika laptop masih menggunakan hard disk (HDD), menggantinya dengan Solid State Drive (SSD) merupakan langkah yang memberikan dampak paling besar.

SSD memiliki kecepatan baca dan tulis data berkali-kali lipat lebih tinggi dibanding HDD. Hasilnya, waktu boot Windows menjadi jauh lebih singkat, aplikasi terbuka lebih cepat, dan proses menyalin file terasa lebih responsif.

Intel menyebut peningkatan dari HDD ke SSD sebagai salah satu cara paling efektif untuk mengembalikan performa komputer yang mulai melambat.

2. Tambah RAM agar Multitasking Lebih Lancar

Kebutuhan memori terus meningkat seiring berkembangnya aplikasi modern. Browser dengan banyak tab, aplikasi konferensi video, dan perangkat lunak perkantoran kini membutuhkan RAM lebih besar dibanding lima tahun lalu.

Microsoft dan Intel menyarankan pengguna memantau penggunaan RAM melalui Task Manager. Jika penggunaan memori sering mendekati 80 hingga 100 persen, menambah kapasitas RAM menjadi solusi yang layak dipertimbangkan. Untuk penggunaan sehari-hari, kapasitas 8 GB menjadi standar minimum, sementara 16 GB lebih nyaman bagi pengguna yang sering membuka banyak aplikasi sekaligus.

3. Kurangi Aplikasi yang Berjalan Saat Startup

Semakin banyak aplikasi aktif ketika laptop dinyalakan, semakin lama pula proses booting berlangsung.

Program seperti aplikasi chatting, cloud storage, hingga software pembaruan otomatis sering berjalan tanpa disadari dan menghabiskan sumber daya sistem. Menonaktifkan aplikasi startup yang tidak diperlukan dapat mempercepat waktu menyala sekaligus mengurangi beban RAM dan prosesor.

Baca Juga :
3 Laptop Murah dengan SSD dan RAM Besar, Harganya Cuma Rp2 Jutaan
7 Laptop Terbaik 2026 di Kelas Rp5 Jutaan, Performa Kencang untuk Kerja, Kuliah, dan Hiburan
5 HP Flagship yang Tetap Ngebut Dipakai hingga 5 Tahun, Layak Jadi Investasi Jangka Panjang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengganti Freon Sudah Ditemukan, AC dan Kulkas Bakal Berubah
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BI Bidik Transaksi Jakarta Kreatif Festival Tembus Rp 40 M
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
OTT Bupati Langkat: KPK Sita 55 Kg Platinum Senilai Rp40 Miliar di Dalam Mobil
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
PM Singapura akan ke Jakarta, Dijadwalkan Bertemu Prabowo
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Tetapkan Perpres Pertahanan, Penyebaran Budaya LGBTQ Masuk Daftar Ancaman Nonmiliter Negara
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.