BI Papua Intensifkan Gerakan Pangan Murah dan Kerja Sama Antar Daerah untuk Kendalikan Inflasi

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi di Tanah Papua.

Kepala Perwakilan BI Papua Warsono mengatakan BI Papua berkomitmen menjaga stabilitas perekonomian di Tanah Papua, termasuk memastikan kelancaran sistem pembayaran dan distribusi uang Rupiah layak edar hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Warsono mengungkapkan, "Papua merupakan wilayah yang sebagian besar kebutuhan pangannya masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, seperti Sulawesi Selatan."

Menurutnya, ketergantungan tersebut membuat sinergi melalui Kerja Sama Antar Daerah diperlukan untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di Papua.

GPM dan KAD Jadi Instrumen Pengendalian Inflasi

Warsono mengungkapkan, "Hingga pertengahan 2026, BI Papua telah melaksanakan sekitar 250 kegiatan Gerakan Pangan Murah yang tersebar di seluruh wilayah kerja BI Papua."

Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen utama untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Ia juga mengatakan, "Selain GPM, kami juga aktif mendorong penguatan KAD dengan berbagai daerah penghasil komoditas pangan guna memperlancar distribusi dan mengurangi tekanan inflasi di wilayah Papua."

Kas Keliling Jangkau Wilayah Terpencil

Dalam menjaga kelancaran peredaran uang Rupiah, BI Papua menjalankan program kas titipan melalui kerja sama dengan perbankan di tujuh titik.

BI Papua juga mengoperasikan layanan kas keliling luar kota yang menjangkau daerah-daerah terpencil, termasuk Asmat dan Oksibil.

Warsono mengungkapkan, "Distribusi uang layak edar tetap menjadi perhatian terutama di wilayah yang hanya dapat diakses melalui transportasi udara. Karena itu, layanan kas keliling terus dioptimalkan."

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi BI Papua adalah kondisi geografis yang luas dan sulit dijangkau serta masih rendahnya literasi masyarakat mengenai program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, terutama terkait penukaran uang yang tidak layak edar.

Warsono menegaskan, "Oleh sebab itu BI Papua akan terus melakukan kas keliling."


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Naikkan Kasus Dugaan Akses Ilegal Mirae Asset Sekuritas ke Tahap Penyidikan
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Unhas Gelar Edukasi Kesehatan Gigi Berbasis Digital lewat VR kepada Kader Posyandu dan Nelayan di Desa Bontosunggu
• 2 jam laluharianfajar
thumb
KPK: Uang Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Sisa Hasil Usaha KUD
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Musim Kemarau Mulai Berdampak, BNPB Catat Kekeringan Meluas di Jabar dan Jateng
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Fakta-fakta OTT Ke-15 KPK yang Menjerat Bupati Langkat Syah Afandin
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.