JAKARTA, DISWAY.ID - Alasan penunjukan Komisaris BUMN dari beragam latar belakang diungkap Qodari selaku Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Hal ini disampaikan oleh Muhammad Qodari siriing beredarnya polemik terkait dengan munculnya polemik penunjukan komisaris di sejumlah perusahaan BUMN.
Menurut Qodari, perbedaan latar belakang bisa membawa perspektif baru dalam upaya mengawal agenda pemerintah.
"Kalau bicara pengalaman saya di Pertamina Hulu Energi, kita bisa membantu juga untuk melihat alternatif-alternatif solusi," kata Qodari, Minggu, 5 Juli 2026.
BACA JUGA:Daftar 30 Wamen yang Masih Rangkap Komisaris BUMN, Penyesuaian Putusan MK Dinilai Jalan di Tempat
"Karena kita datang dari latar belakang yang berbeda, kita datang dari luar, sebetulnya ada perspektif yang baru yang bisa dibawa ke dalam perusahaan di mana kita menjadi komisaris," paparnya.
Lebih lanjut, Qodari mengatakan, posisi komisaris merupakan jabatan yang dimiliki oleh semua perusahaan, baik yang dimiliki swasta atau BUMN.
Ia menjelaskan jika tugas utama mereka terkait penyampaian ide, gagasan dan pengawasan, di mana terdapat 2 poin kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang komisaris.
"Pertama, komisaris pasti memiliki akal sehat dan kedua, niat baik," ungkapnya
BACA JUGA:Puan Minta Komisaris BUMN Diisi Orang Profesional dan Kompeten
Ia juga memastikan seseorang yang telah ditunjuk menjadi komisaris tersebut telah memiliki pengalaman baik di organisasi maupun swasta.
“Yang jelas yang ditempatkan di komisaris sudah punya pengalaman-pengalaman, pengalaman organisasi, pengalaman pemerintahan, pengalaman swasta,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani buka suara soal polemik penunjukan sejumlah komisaris di BUMN yang dinilai tak berkompeten.
Ia meminta agar pengisian jabatan komisaris di badan usaha milik negara (BUMN) dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme dan kompetensi.
BACA JUGA:Prabowo Hilangkan Bonus Komisaris BUMN: Enak di Lo, Ga Enak di Rakyat!
- 1
- 2
- »





