Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) di berbagai aspek kehidupan turut membantu memudahkan pekerjaan manusia. Akan tetapi, kehadiran AI juga memicu kekhawatiran jika nantinya pekerjaan manusia tergantikan. Maka dari itu, cara seseorang memakai AI dapat menunjukkan kemampuan berpikir kritisnya.
Penelitian yang dilakukan Grassini, dkk (2025) dalam Beahviour & Information Technology Journal menyebutkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap AI dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti motivasi, kepribadian, rasa percaya diri, persepsi manfaat teknologi, hingga kemudahan penggunaan.
Pada umumnya, orang kritis tidak anti terhadap AI, tetapi mereka juga tidak menelan mentah-mentah informasi yang diterima dari AI. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut cara mengenali orang dengan pemikiran kritis dari cara mereka pakai AI.
1. Mereka Tidak Langsung Percaya Informasi dari AIAI menawarkan kecepatan dan kemudahan bagi manusia. Teknologi ini bisa memberimu solusi dengan cepat, bahkan kamu bisa copy-paste dengan mudah. Namun, orang yang kritis tidak akan langsung percaya terhadap setiap informasi yang diterima dari AI.
Para pemikir kritis akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap informasi yang diterima dari AI dan mencari sumber tambahan yang valid. Hal ini juga ditegaskan dalam penelitian di Journal arXiv, bahwa orang dengan daya pikir kritis yang tinggi akan selalu mengecek sumber dan jawaban yang diberikan AI.





