Bisnis.com, SAMARINDA — Laju inflasi tahunan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus merangkak naik dan mencapai 3,20% (year on year/YoY) pada Juni 2026.
Hal ini seiring dengan inflasi bulanan yang tercatat sebesar 0,70% (month to month/MtM) dan inflasi tahun berjalan yang turut menyentuh 2,36% (year to date/YtD).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Jajang Hermawan menyatakan bahwa tingkat inflasi tahunan tersebut masih berada dalam rentang sasaran nasional.
"Secara umum, tekanan inflasi Juni 2026 terutama disumbangkan oleh kelompok transportasi," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Senin (6/7/2026).
Dia menambahkan, tekanan inflasi bulanan Juni sebesar 0,70% turut menyumbang andil signifikan terhadap capaian inflasi tahunan tersebut. Kelompok transportasi menjadi biang keladi utama, terdorong penyesuaian harga BBM nonsubsidi serta lonjakan tarif angkutan udara akibat momentum libur sekolah.
Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut memberi tekanan lantaran pasokan sejumlah komoditas strategis seperti bawang merah, beras, dan ikan layang terganggu cuaca kurang bersahabat di daerah pemasok.
Baca Juga
- Pendapatan Negara di Kaltim Terhimpun Rp8,91 Triliun per Mei 2026
- Kelapa Sawit Kaltim Kecipratan Berkah dari Kebijakan B50
Secara spasial, tak satu pun kota/kabupaten pembentuk IHK Kaltim luput dari kenaikan harga bulan Juni.
Kota Balikpapan mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,86% (MtM), disusul Samarinda 0,72% (MtM), Penajam Paser Utara 0,39% (MtM), dan Berau 0,27% (MtM).
Bensin, angkutan udara, bawang merah, beras, dan ikan layang menjadi komoditas utama penyumbang inflasi, sementara penurunan harga daging ayam ras, cabai rawit, semangka, tomat, dan kacang panjang setidaknya menjadi penawar yang menahan laju kenaikan lebih jauh.
Menyikapi tren inflasi tahunan yang terus bergerak ini, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kaltim tak tinggal diam.
Strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif terus digenjot sebagai senjata utama.
Pada aspek keterjangkauan harga, sepanjang Juni 2026 TPID telah menggelar Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, dan berbagai kegiatan stabilisasi harga di Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Bontang.
Dari sisi ketersediaan pasokan, TPID bersama Bulog terus menjaga kesinambungan komoditas strategis melalui penyaluran beras SPHP, distribusi Minyakita, hingga penguatan pengadaan pangan lainnya.
Koordinasi antarwilayah juga terus dipererat guna memastikan kelancaran distribusi sekaligus meredam potensi hambatan rantai pasok yang dapat memicu gejolak harga baru.
Jajang mengungkapkan bahwa TPID Kaltim rutin menggelar rapat koordinasi mingguan serta High Level Meeting (HLM) TPID Kota Bontang untuk membahas langkah pengendalian inflasi di tengah penyesuaian harga BBM.
Imbauan belanja bijak dan penyampaian informasi ketersediaan pasokan kepada masyarakat pun terus digaungkan agar ekspektasi inflasi tetap terjangkar.
Adapun, dia menuturkan TPID Kaltim menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dan mitigasi dini melalui strategi 4K secara konsisten, termasuk penguatan program Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS).




