Preview Amerika Serikat vs Belgia: Sejarah Memihak Setan Merah

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, SEATTLE—Tuan rumah bersama, Amerika Serikat akan menghadapi Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. AS akan mencoba mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2002 meski sejarah tak memihak mereka.

Sebelum pertandingan di Lumen Field di Seattle, besok pagi, Setan Merah, julukan Belgia adalah mimpi buruk bagi AS. Setelah menang dalam bentrok pertama kedua negara pada Piala Dunia 1930 saat mereka juara tiga, AS sudah tidak pernah lagi mengungguli Belgia.

Selama enam pertandingan dan hampir 100 tahun, mereka selalu takluk di tangan Belgia. Terakhir adalah ketika mereka kalah 2-5 dalam pertandingan uji coba Maret lalu.

Satu-satunya pertemuan kompetitif antara kedua negara sebelumnya terjadi di babak 16 besar Piala Dunia 2014. Saat itu, gol dari De Bruyne dan Romelu Lukaku memberikan kemenangan 2-1 bagi Setan Merah setelah perpanjangan waktu.

Saat itu, AS digempur habis-habisan oleh generasi emas Belgia. Kiper Tim Howard melakukan segala yang dia bisa untuk menjaga AS tetap dalam permainan dengan 16 penyelamatan yang menakjubkan, yang tetap menjadi rekor Piala Dunia.

Tapi AS yang mencoba kembali lolos ke babak delapan besar seperti 2002 silam tampaknya sangat percaya diri bisa kembali mengalahkan Belgia di kandang sendiri seperti 1930 silam dan meraih kemenangan beruntun pertamanya di fase knockout Piala Dunia.

“Ini adalah kesempatan bagi kami untuk memenangkan pertandingan babak gugur lainnya di Piala Dunia,” kata kapten timnas AS, Tim Ream dikutip dari The Chronicle.

Keyakinan sama dilontarkan Sergiño Dest. “Belgia adalah lawan yang hebat. Tetapi kami juga melihat beberapa peluang bagi kami untuk dapat memenangkan pertandingan itu. Karena kami juga tim yang hebat saat ini,” tegas Dest.

Menurut Dest, mereka menunjukkan kemajuan pesat di Piala Dunia ini. “Kami juga banyak berkembang di turnamen ini. Dan, saat ini, sangat sulit untuk mengalahkan kami. Jadi akan sulit juga bagi Belgia,” ujarnya.

Anak asuh Mauricio Pochettino melenggang ke babak 16 besar berkat kemenangan 2-0 atas Bosnia & Herzegovina. Kemenangan itu diwarnai kartu merah bomber andalan AS, Folarin Balogun yang sudah mencetak tiga gol. Belakangan, FIFA mencabut kartu merah itu.

Dengan Balogun bisa bermain, hanya Mark McKenzie dan Cristian Roldan yang perlu dievaluasi sebelum pertandingan karena cedera. Sementara pilar lain seperti Christian Pulisic dan Tyler Adams siap kembali bermain sebagai starter.

Di kubu Belgia, mereka juga menyongsong laga ini dengan optimisme tinggi setelah kemenangan dramatis 3-2 atas Senegal di babak 32 besar. Di laga itu, mereka tertinggal 0-2 hingga menit akhir sebelum Romelu Lukaku dan Youri Tielemans menyamakan skor. Penalti Tielemans di menit ke-125 kemudian memastikan Belgia menang 3-2.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, mengatakan kemenangan dramatis itu adalah modal yang sangat bagus menghadapi AS. “Ini adalah hasil yang dapat membuat grup kami lebih kuat,” tegasnya dikutip dari Xinhua.

Kekhawatiran Garcia hanya kelelahan pemain. Menurutnya, bertarung 120 menit sangat melelahkan bagi timnya. “Kami melihat dampaknya pada para pemain di akhir pertandingan. Tapi kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” tandasnya.

Setan Merah yang finis di peringkat ketiga Piala Dunia 2018 sebelum tersingkir di babak grup empat tahun lalu di Qatar belum bisa diperkuat Zeno Debast karena cedera kaki. Namun, semua pilar mereka, termasuk Kevin de Bruyne dan Jeremy Doku dipastikan siap bermain.

Yang menarik ditunggu adalah keputusan Garcia untuk ujung tombaknya. Lukaku sudah mencetak dua gol dalam empat penampilan di Piala Dunia ini, dan striker berusia 33 tahun itu bisa menjadi kejutan dalam starting XI Belgia menggantikan Charles De Ketelaere. (amr)

Prakiraan pemain

Amerika Serikat (4-3-3): Freese; Freeman, Richards, Ream, Robinson; Tillman, Adams, McKennie; Dest, Pepi, Pulisic

Belgia (4-2-3-1): Courtois; Castagne, Theate, Mechele, De Cuyper; Vanaken, Tielemans; Trossard, De Bruyne, Doku; Lukaku


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhut Raja Juli Mengku Kembalikan Amplop dari Bupati Kuansing 17 Hari Sebelum KPK Lakukan OTT
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Praktisi Kesehatan Masyarakat Bocorkan Alasan Cuaca Ekstrem Bisa Menyebabkan Kematian
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Kampanye LGBT Semakin Marak, DPR RI: Ancam Ketahanan Nasional!
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Hukuman ditangguhkan, Folarin Balogun bisa main untuk AS lawan Belgia
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Kedua, Mikhael: Penerapan UU ITE Tidak Sesuai dengan Perkara
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.