Indonesia Ingin Bangun Pusat Finansial Internasional, Ini Catatan Ekonom

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai keberhasilan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) lebih membutuhkan kepastian hukum daripada sekadar insentif perpajakan.

"Financial center dibangun di atas kepercayaan. Insentif pajak memang penting, tetapi tidak pernah cukup. Yang lebih menentukan adalah apakah investor merasa aman menempatkan dan memutar dana jangka panjang di Indonesia," kata Fakhrul dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (5/7/2026).

Baca Juga
  • BPS Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Pendataan Pajak
  • Warga Enggan Ikut Sensus Ekonomi, Kepala BPS Jateng Salahkan Kreator Konten
  • Ekonom: Vietnam Naik Kelas, PMI Indonesia Turun ke Zona Bahaya

Fakhrul menjelaskan investor global lebih memperhatikan kepastian hukum, perlindungan hak investor, kemudahan arus modal, kualitas regulasi, efisiensi penyelesaian transaksi, serta kedalaman pasar keuangan.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah memprioritaskan penguatan regulasi, kepastian perpajakan, kemudahan berusaha, penyelesaian sengketa yang kredibel, serta pengembangan instrumen keuangan valuta asing. Pemerintah juga dinilai perlu memperdalam pasar obligasi, pasar uang valuta asing, instrumen lindung nilai, serta infrastruktur pasar keuangan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dari sisi pembiayaan pembangunan, Fakhrul menilai PFII dapat menjadi sumber pembiayaan alternatif bagi proyek strategis nasional, termasuk proyek investasi jangka panjang yang berkaitan dengan Danantara maupun sektor swasta.

Dengan pasar keuangan yang lebih dalam, kata Fakhrul, biaya pendanaan pembangunan dapat menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.

"PFII dapat membantu memperluas basis pembiayaan pembangunan. Namun, kuncinya adalah transparansi, tata kelola, dan mekanisme pasar yang kredibel. Jangan sampai PFII hanya menjadi kanal pembiayaan yang bersifat administratif. Ia harus menjadi pasar yang dipercaya," tuturnya.

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Emiten Kesehatan Bersiap IPO, Mampukah Angkat Lagi Sektor yang Anjlok 31%?
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Eksodus Pemain Timnas Naturalisasi Berlanjut ke Super League? Setelah Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny Dikaitkan dengan Persib Bandung
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Kolostrum: "Cairan Emas" di Hari Pertama Kehidupan Bayi yang Tak Tergantikan Susu Formula
• 22 jam lalucumicumi.com
thumb
Indonesia and Singapore to Sign 26 MoUs
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ancaman PHK Kian Nyata, Pengamat Beberkan Dampaknya terhadap Belanja Masyarakat
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.