Grid.ID – Kisruh rumah tangga antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini memasuki babak baru yang kian memanas. Tak hanya perebutan hak asuh anak dan masalah nafkah, publik kini ramai-ramai menyuarakan aksi boikot terhadap Sarwendah.
Berdasarkan pantauan Grid.ID pada platform change.org, hingga Senin (6/7/2026), petisi bertajuk ‘Cancel Sarwendah dari Media Sosial’ telah menembus angka lebih dari 81.600 tanda tangan. Petisi ini menuntut agar brand dan pelaku usaha mempertimbangkan kembali kerja sama promosi dengan artis tersebut karena polemik yang sedang terjadi.
Lantas, bagaimana reaksi Ruben Onsu melihat sang mantan istri terancam "kehilangan panggung" akibat sanksi sosial dari netizen?
Bukan Bagian dari Gerakan Boikot
Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben Onsu menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam gerakan pemboikotan tersebut. Ruben disebut tengah fokus pada perjuangan legal untuk mendapatkan hak asuh anak-anaknya.
"Ruben Onsu kan memang tidak terkait dengan masalah sikap dari masyarakat atau netizen untuk melakukan pemboikotan ya terhadap S. Karena yang kami perjuangkan sebenarnya adalah perjuangan yang berbeda," ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026).
Sebut Sebagai Sanksi Sosial dan Konsekuensi
Meski tidak ikut campur, pihak Ruben Onsu menilai bahwa kemunculan petisi tersebut merupakan bentuk sanksi sosial yang lahir dari tindakan Sarwendah sendiri. Minola menyebut, banyak perilaku Sarwendah di ruang publik, terutama saat live streaming, yang memicu kemarahan netizen.
"Masyarakat melihat banyak hal-hal yang dianggap tidak pantas, tidak pada dasarnya bertentanganlah dengan banyak hal, termasuk norma. Ucapan-ucapan S ketika live TikTok misalnya, menghina ayah anak-anaknya, mengecilkan arti uang 200 juta, bahkan aksi jualan yang dianggap tabu bagi masyarakat Timur," lanjut Minola.
Lebih lanjut, Minola menyatakan bahwa pemboikotan ini adalah konsekuensi dari sikap Sarwendah yang dianggap sengaja mempermalukan Ruben di ruang publik, seperti saat mengumbar isu debt collector dan cicilan rumah yang macet.
"Ini merupakan sanksi sosial yang diterima oleh S, yang merupakan konsekuensi dari apa yang dia buat. Artinya masyarakat menilai ada hal yang tidak pantas," tegasnya.
Di sisi lain, Ruben Onsu tetap memilih jalan diam dan menyerahkan segala urusan kepada proses hukum, sembari mempersiapkan bukti-bukti untuk persidangan hak asuh anak yang dijadwalkan mulai berjalan pada pertengahan Juli ini. (*)
Artikel Asli




