REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen Lucky Avianto menjelaskan, sepanjang semester satu 2026, berbagai penegakan hukum dilaksanakan sscara terpadu. Melalui sinergi TNI, Bea Cukai, Avsec Bandara, pemerintah daerah, dan instansi terkait, dilakukan tindakan terharap kegiatan yang dapat mendegradasi bangsa dan negara.
"Berbagai operasi difokuskan pada pemberantasan jaringan narkotika, penyelundupan senjata api dan amunisi, perdagangan satwa dilindungi, distribusi bahan bakar minyak ilegal, serta peredaran minuman keras ilegal yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Papua dan perairan Indonesia timur," kata Lucky dalam siaran pers di Jakarta, Senih (6/7/2026).
Baca Juga
Komnas HAM Sebut Ibu Hamil Tewas Imbas Kontak Tembak TNI Vs OPM
Menko Djamari Kutuk Keras OPM Bunuh Pilot Berkebangsaan AS
Menteri Pigai Minta TNI dan Polri Kendalikan Personel Usai Pendeta GKI Tewas
Dalam pelaksanaan operasi di wilayah laut, menurut Lucky, Satgas TNI di lapangan berhasil menggagalkan berbagai aktivitas ilegal yang memanfaatkan jalur perairan sebagai sarana distribusi maupun penyelundupan. Hasil operasi pun menunjukkan keberhasilan yang signifikan.
"Sementara di udara, armada pesawat tempur kita berulang kali mencegah masuknya pesawat asing tanpa izin dan memberi informasi kepada kapal perang perihal kapal luar yang menerobos wilayah NKRI, serta bersama instansi terkait dapat menggagalkan ragam penyelundupan di bandara maupun pelabuhan di Papua," ujar Lucky.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Selain itu, kata dia, Satgas TNI selama semester satu tahun ini, juga berhasil menindak empat kasus penyelundupan senjata dan amunisi. Juga, kasus BBM ilegal, enam kasus penyelundupan satwa, lima kasus narkotika, dan 24 kasus peredaran minuman keras ilegal.