Hal-hal yang Membuat Lokasi Syuting Film Horor Lastri: Arwah Kembang Desa Terasa Berbeda

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Lokasi syuting sering kali menjadi salah satu elemen yang menentukan kualitas sebuah film, terutama untuk genre horor. Bukan hanya berfungsi sebagai latar cerita, tempat syuting juga dapat membangun suasana, memperkuat emosi, hingga menghadirkan pengalaman yang sulit diciptakan melalui efek visual semata. Tak heran jika banyak rumah produksi memilih lokasi dengan karakter yang kuat agar cerita terasa lebih hidup di layar.

Di balik proses pembuatannya, tidak sedikit lokasi syuting yang justru meninggalkan kesan mendalam bagi para pemain, kru, hingga masyarakat sekitar. Kedekatan emosional yang terbangun selama berbulan-bulan menjalani proses produksi membuat sebuah tempat memiliki makna lebih dari sekadar lokasi bekerja. Bahkan, ketika tim produksi kembali berkunjung, momen tersebut sering kali berubah menjadi ajang mengenang perjalanan panjang di balik lahirnya sebuah karya.

Baca Juga :
Dorong Transformasi Industri Nasional, SHOW Bidik Pendanaan Puluhan Produksi Film Berbagai Genre
Pramono Beri Diskon Pajak Film 50 Persen, Diharapkan Banyak PH Syuting di Jakarta

Seperti yang terlihat dalam perjalanan produksi film horor Lastri: Arwah Kembang Desa yang akan tayang pada 16 Juli 2026 mendatang. Berikut beberapa hal yang membuat lokasi syuting film ini terasa berbeda.

Menjadi Tempat Lahirnya Banyak Adegan Penting

Bagi pemain maupun kru, Lumajang, tempat syuting film ini, bukan sekadar lokasi kerja. Di daerah inilah berbagai adegan penting direkam, mulai dari momen yang penuh ketegangan hingga konflik emosional antartokoh. Karena itu, ketika seluruh tim kembali berkunjung, banyak kenangan selama proses produksi yang kembali teringat.

"Rasanya seperti pulang ke rumah. Banyak kenangan selama proses syuting di Lumajang, dan hari ini kami kembali dengan membawa film yang akhirnya siap dipertontonkan kepada masyarakat. Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh warga Lumajang yang menyambut kami dengan luar biasa hangat,” ujar pemeran Atmi sekaligus Eksekutif Produser, Audy Bella, saat kembali ke lokasi tersebut dalam rangka promosi film. 

Warga Setempat yang Antusias

Kunjungan para pemain disambut antusias masyarakat. Kehadiran para pemeran menjadi daya tarik tersendiri. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa masyarakat merasa memiliki kedekatan dengan film yang sebagian proses produksinya dilakukan di daerah mereka

Tingginya minat masyarakat juga terlihat dari pelaksanaan pemutaran khusus atau special screening. Dua studio yang disiapkan untuk penayangan film dilaporkan terisi penuh. Kondisi ini memperlihatkan besarnya rasa penasaran masyarakat terhadap hasil akhir film yang sebelumnya diproduksi di wilayah mereka sendiri.

Baca Juga :
Alasan Film Horor Komedi Thailand Masih Jadi Favorit hingga Judul Terbaru yang Jadi Rekomendasi untuk Ditonton
Fakta-fakta Menarik Film Horor Cerita Lila, Terinspirasi Kisah Penelusuran hingga Lutesha Adegan Kesurupan
JMFF 2026 Dibuka, Industri Film Indonesia Didorong Naik Kelas ke Level Global

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PTUN Perintahkan Natalius Pigai Kembalikan Jabatan Sekretaris Ditjen Pelayanan HAM
• 14 jam lalueranasional.com
thumb
Respons Surat Mendagri, Fadlun Desak Pemda Ajukan PPPK Teknis & P3K PW Masuk Data
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Agustinus Anggaibak Tegaskan Keberhasilan Otsus Papua Diukur dari Kesejahteraan Orang Asli Papua
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Hampir Padam, Menteri LH Sebut Kebakaran TPA Jatiwaringin Sisa 3,6 Persen
• 8 jam laludisway.id
thumb
Foto: Kiev Kembali Digempur Rudal dan Drone Rusia
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.