Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat strategi penyelesaian sejumlah isu prioritas melalui peluncuran gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) yang memperbaiki tata kelola kolaborasi para mitra dalam lingkup pendidikan dasar dan menengah.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti mengatakan peluncuran gerakan yang dibarengi dengan platform tersebut bertujuan untuk memperkuat gotong royong seluruh pihak yang terkait dalam menyelesaikan isu-isu prioritas dalam bidang pendidikan dasar dan menengah.
“Perbaikan pendidikan adalah kerja gotong royong, Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu yang akan kita lakukan ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air karena kebutuhan pendidikan masih sangat luas,” kata Suharti dalam kegiatan bertajuk "Aktivasi Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu" di Plaza Insan Berprestasi Gedung A Kemendikdasmen di Jakarta, Senin malam.
Lebih lanjut, ia menjelaskan beberapa isu prioritas yang akan mendapatkan dukungan dari kehadiran gerakan maupun platform PSPB tersebut, di antaranya pendampingan pelatihan guru dan tenaga kependidikan, khususnya dalam mendukung implementasi pembelajaran mendalam serta koding dan kecerdasan buatan (AI).
Baca juga: Kemendikdasmen aktivasi PSPB perkuat tata kelola kolaborasi pendidikan
Isu lainnya adalah penyediaan konten pembelajaran digital guna melengkapi bahan ajar dan alur pembelajaran di setiap mata pelajaran yang telah dipetakan guna mendukung kegiatan belajar yang optimal bagi guru maupun murid.
Selain itu, gerakan dan platform PSPB juga akan memprioritaskan dukungan terhadap penyediaan platform digital yang memberikan berbagai layanan pendidikan secara digital dan terpadu sehingga menciptakan nilai tambah pada kegiatan pendidikan.
Sejalan dengan hal tersebut, pihaknya juga berupaya memprioritaskan dukungan terhadap penyediaan infrastruktur digital, mengingat masih terdapat 10 ribu satuan pendidikan yang membutuhkan dukungan infrastruktur listrik dan internet untuk mendukung proses pembelajaran.
Terakhir, gerakan maupun platform PSPB juga akan diprioritaskan untuk mendukung program revitalisasi satuan pendidikan karena masih terdapat 215 ribu sekolah yang membutuhkan revitalisasi fisik.
Baca juga: Kemendikdasmen: SPMB awal kepercayaan pada layanan pendidikan bermutu
“Oleh karena itu, kami memperkenalkan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu untuk memastikan semua mitra, termasuk Kemendikdasmen itu mitra, kemudian dunia usaha, filantropi, organisasi masyarakat, komunitas, bahkan sampai usaha individu untuk bergerak bersama, memberikan manfaat untuk satuan pendidikan,” kata Suharti.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti mengatakan peluncuran gerakan yang dibarengi dengan platform tersebut bertujuan untuk memperkuat gotong royong seluruh pihak yang terkait dalam menyelesaikan isu-isu prioritas dalam bidang pendidikan dasar dan menengah.
“Perbaikan pendidikan adalah kerja gotong royong, Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu yang akan kita lakukan ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air karena kebutuhan pendidikan masih sangat luas,” kata Suharti dalam kegiatan bertajuk "Aktivasi Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu" di Plaza Insan Berprestasi Gedung A Kemendikdasmen di Jakarta, Senin malam.
Lebih lanjut, ia menjelaskan beberapa isu prioritas yang akan mendapatkan dukungan dari kehadiran gerakan maupun platform PSPB tersebut, di antaranya pendampingan pelatihan guru dan tenaga kependidikan, khususnya dalam mendukung implementasi pembelajaran mendalam serta koding dan kecerdasan buatan (AI).
Baca juga: Kemendikdasmen aktivasi PSPB perkuat tata kelola kolaborasi pendidikan
Isu lainnya adalah penyediaan konten pembelajaran digital guna melengkapi bahan ajar dan alur pembelajaran di setiap mata pelajaran yang telah dipetakan guna mendukung kegiatan belajar yang optimal bagi guru maupun murid.
Selain itu, gerakan dan platform PSPB juga akan memprioritaskan dukungan terhadap penyediaan platform digital yang memberikan berbagai layanan pendidikan secara digital dan terpadu sehingga menciptakan nilai tambah pada kegiatan pendidikan.
Sejalan dengan hal tersebut, pihaknya juga berupaya memprioritaskan dukungan terhadap penyediaan infrastruktur digital, mengingat masih terdapat 10 ribu satuan pendidikan yang membutuhkan dukungan infrastruktur listrik dan internet untuk mendukung proses pembelajaran.
Terakhir, gerakan maupun platform PSPB juga akan diprioritaskan untuk mendukung program revitalisasi satuan pendidikan karena masih terdapat 215 ribu sekolah yang membutuhkan revitalisasi fisik.
Baca juga: Kemendikdasmen: SPMB awal kepercayaan pada layanan pendidikan bermutu
“Oleh karena itu, kami memperkenalkan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu untuk memastikan semua mitra, termasuk Kemendikdasmen itu mitra, kemudian dunia usaha, filantropi, organisasi masyarakat, komunitas, bahkan sampai usaha individu untuk bergerak bersama, memberikan manfaat untuk satuan pendidikan,” kata Suharti.





