Kemendikdasmen Luncurkan PSPB: Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Mutu Pendidikan

kumparan.com
22 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) di Gedung A Kantor Kemendikdasmen, Senin (6/7).

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan PSPB bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong memajukan pendidikan Indonesia.

"Gerakan itu pasti merupakan ajakan kepada kita semuanya, seluruh komponen yang hadir di sini agar kita kembali menghidupkan semangat gotong royong untuk memajukan pendidikan kita," kata Suharti.

Suharti melanjutkan, PSPB adalah ruang bagi guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, hingga mitra pembangunan dan organisasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

"Saya merasa bahwa solusi bersama dan ruang partisipasi yang dibukakan, tak hanya bagi guru, kepala sekolah, satuan pendidikan, pemerintah daerah, tapi juga kepada mitra-mitra pembangunan dan organisasi. Pendekatan inilah yang kami yakini akan memperkuat kualitas kebijakan kita," katanya.

Sementara itu, Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, mengatakan program ini untuk melaksanakan amanah Presiden Prabowo Subianto yakni mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua kalangan.

“Partisipasi semesta dalam konteks bagaimana kami melaksanakan amanah Bapak Presiden mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dalam rangka pertama pemenuhan kebutuhan, yang kedua percepatan pelaksanaan program, ketiga peningkatan, dan yang keempat perluasan,” kata Mu'ti.

Mu'ti melanjutkan, program ini juga untuk mengembangkan bakat dan minat anak di berbagai bidang. Nantinya minat dan bakat itu akan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk mitra.

"Kami ingin mengembangkan bakat dan minat anak-anak di bidang olahraga, seni, akademik, dan berbagai macam kompetisi. Sering kali kami harus mengetuk pintu dan dukungan itu datang dari mana-mana," katanya.

Mu'ti mengaku menemukan fakta di lapangan beberapa anak berprestasi kesulitan bertanding di kancah internasional karena masalah anggaran. Mu'ti berharap kerja sama dengan mitra dalam program ini dapat mengatasi permasalahan tersebut.

"Kadang-kadang masalahnya sederhana, bagaimana memberangkatkan anak-anak hebat ini bisa ikut bertanding di kancah internasional. Tidak selalu ada anggarannya dalam APBN, tapi selalu ada jalan yang bisa dibantu oleh mitra-mitra kami," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Terima PM India Modi di Istana: Disambut Meriah 120 Pasukan Berkuda
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Konflik di Papua Memanas, Kementerian HAM Minta TNI-Polri Menahan Diri
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Mengais Nafkah dari yang Terbuang
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
OJK Menjatuhkan Sanksi Rp86,26 Miliar kepada 100 Pihak, Investor Pasar Modal Tembus 28,96 Juta
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Puan Kenang Soekarno hingga Dasasila Bandung saat Sambut Kunjungan PM Narendra Modi
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.