Budaya Hustle Semakin Populer di Kalangan Anak Muda, Justru Berbahaya?

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Istilah hustle culture semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Banyak anak muda merasa harus selalu produktif, memiliki banyak aktivitas, dan terus bekerja agar dianggap sukses.

Media sosial turut memperkuat pandangan tersebut. Konten tentang bangun pukul lima pagi, bekerja hingga larut malam, atau memiliki banyak sumber penghasilan sering kali dianggap sebagai standar baru kesuksesan.

Di satu sisi, semangat bekerja keras memang merupakan hal positif. Namun, masalah muncul ketika seseorang mulai merasa bersalah setiap kali beristirahat.

Tubuh dan pikiran memiliki batas kemampuan. Memaksakan diri untuk terus produktif tanpa memberi waktu istirahat justru dapat meningkatkan risiko stres, kelelahan, hingga burnout.

Produktivitas bukan berarti bekerja selama mungkin, melainkan mampu menyelesaikan pekerjaan secara efektif tanpa mengorbankan kesehatan fisik maupun mental.

Kesuksesan tidak selalu diukur dari seberapa sibuk seseorang terlihat, tetapi dari kemampuan menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kesehatan, dan kehidupan pribadi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Setelah B10, Ini Mobil Baru yang Dipersiapkan Leapmotor
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Kejati DKI Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Proyek Fiktif di Kementerian PU
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Terima Kunjungan PM India Narendra Modi, Puan Maharani Kenang Presiden Soekarno: Kakek Saya Jadi Tamu Kehormatan India
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Mesir Tak Gentar Hadapi Lionel Messi, Hossam Hassan Tegaskan Argentina Bukan Hanya Soal Satu Pemain
• 24 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Begini Modus Sindikat Ganjal ATM yang Dibongkar Polisi di Jakarta Utara
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.