YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Pengarang Indonesia peraih berbagai penghargaan, Linda Christanty, membagikan pengalamannya mengangkat kisah-kisah kemanusiaan melalui cerita pendek dalam rangkaian diskusi sastra yang diselenggarakan Penerbit Buku Kompas (KPG) bersama Bentara Budaya, ELTI Yogyakarta, dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Salah satu kegiatan yang diikuti Linda adalah “Membaca Dekat #7” yang membahas kedalaman narasi kemanusiaan dalam karya-karya prosanya. Diskusi yang berlangsung di ELTI Yogyakarta pada Sabtu (4/7/2026) itu dihadiri berbagai komunitas baca.
Program “Membaca Dekat” merupakan inisiatif Bentara Budaya Yogyakarta untuk mengajak pembaca kembali berinteraksi dengan teks sastra secara lebih teliti, rinci, dan intim.
Dalam setiap sesi, peserta diajak menelusuri naskah serta menggarisbawahi hal-hal yang menarik tanpa harus terikat pada teori-teori sastra.
Dipandu penyair sekaligus host Bentara Budaya Yogyakarta, Ni Made Purnamasari, diskusi mengulas bagaimana pengalaman jurnalistik Linda diterjemahkan menjadi cerita-cerita yang tidak hanya merekam fakta, tetapi juga menghadirkan pengalaman batin manusia yang kerap luput dari pemberitaan.
Forum tersebut juga mengajak peserta melihat sastra sebagai medium refleksi atas berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.
Baca Juga: Indonesia Bergabung dengan Choix Goncourt, Babak Baru Hubungan Sastra RI-Prancis Dimulai
Dalam diskusi itu, Linda menekankan masa lalu dan masa kini tidak selalu harus dinyatakan melalui angka, melainkan melalui peristiwa. Gagasan tersebut dijelaskannya melalui cerpen Kuda Terbang Maria Pinto, ketika tokoh Yosef Legiman melihat kuda terbang.
Menurut Linda, pengalaman tersebut menunjukkan peristiwa dalam sastra tidak semata-mata berfungsi sebagai penanda alur, tetapi juga menjadi cara menghadirkan waktu melalui pengalaman batin tokohnya.
Cara pandang itu menjadi ciri penting dalam karya-karyanya, yakni mengolah pengalaman nyata, ingatan, dan refleksi kemanusiaan menjadi narasi yang melampaui sekadar pencatatan fakta.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Bentara Budaya Yogyakarta
- linda christanty
- diskusi linda chirstanty
- bentara budaya yogyakarta
- sastra indonesia
- kuda terbang maria pinto





