JAKARTA - Hamas mengumumkan rencana membubarkan badan pemerintahan sipilnya di Jalur Gaza setelah hampir dua dekade berkuasa. Tanggung jawab administrasi wilayah tersebut akan dialihkan kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza yang baru dibentuk.
Jika terealisasi, langkah tersebut akan menjadi perubahan besar dalam tata kelola Gaza sekaligus membuka babak baru bagi masa depan wilayah Palestina itu.
Namun, di tengah pengumuman tersebut, serangan militer Israel masih terus berlangsung. Sepanjang Senin 6 Juli 2026, serangan udara dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Jalur Gaza. Sumber medis setempat menyebut sedikitnya enam warga Palestina tewas, termasuk sepasang suami istri yang menjadi korban setelah sebuah rudal menghantam apartemen tempat mereka tinggal.
Isu-isu tersebut diperkirakan akan menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai masa depan Gaza pascaperang, termasuk dalam negosiasi gencatan senjata yang masih berlangsung.




