Ringkasan Berita
Tim survei PBNU meninjau kesiapan Pondok Pesantren Lirboyo menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU.
Lirboyo dinilai telah memenuhi kebutuhan teknis penyelenggaraan Muktamar.
Fasilitas transportasi, akomodasi, keamanan, dan layanan kesehatan dinilai memadai.
Lirboyo siap kembali menjadi tuan rumah setelah pernah menggelar Muktamar NU 1999.
Kediri (beritajatim.com) – Tim survei lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, memiliki kesiapan yang sangat baik untuk menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Penilaian tersebut disampaikan setelah tim melakukan peninjauan langsung ke kompleks pesantren.
Kunjungan ini merupakan bagian dari proses verifikasi kesiapan calon lokasi penyelenggaraan forum permusyawaratan tertinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Tim PBNU Tinjau Langsung Fasilitas Lirboyo
Rombongan tim survei PBNU terdiri atas KH Abdul Ghafur Maimoen, KH Muhibul Aman Aly, Imron Rosyadi Hamid, Nasrullah dari PBNU, serta Taufiq dari PWNU.
Kedatangan mereka disambut jajaran pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, yakni KH Adibusholeh Anwar, KH Aminulloh Mahin, KH Athoillah Anwar, beserta para pengurus pondok.
Dalam pertemuan tersebut, pihak pesantren memaparkan berbagai aspek kesiapan untuk mendukung penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.
Didukung Akses Transportasi dan Infrastruktur Lengkap
Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, HM Abdul Mu’id Shohib, menjelaskan kesiapan yang dipaparkan meliputi berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan Muktamar.
Menurutnya, Lirboyo memiliki dukungan akses transportasi yang memadai melalui Bandara Dhoho Kediri, Bandara Juanda Surabaya, jaringan stasiun kereta api, hingga terminal.
Selain itu, tersedia area parkir yang luas, ruang sidang yang representatif, akomodasi di lingkungan pondok maupun hotel sekitar, sistem keamanan berbasis CCTV, serta dukungan layanan kesehatan melalui Rumah Sakit Umum Lirboyo dan sejumlah rumah sakit rujukan.
“Hasil peninjauan langsung menunjukkan bahwa berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan Muktamar telah dapat dipenuhi dengan sangat baik oleh Pondok Pesantren Lirboyo,” ujar HM Abdul Mu’id Shohib.
Tim Survei PBNU Berikan Apresiasi
Usai melakukan peninjauan, KH Muhibul Aman Aly yang mewakili tim survei PBNU menyampaikan apresiasi atas kesiapan yang telah dipersiapkan Pondok Pesantren Lirboyo.
Menurutnya, secara umum seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Muktamar telah tersedia.
“Pada intinya, secara umum Lirboyo sangat siap. Semua sarana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Muktamar sudah terpenuhi dengan sempurna,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa Lirboyo memiliki kapasitas untuk mendukung pelaksanaan agenda nasional Nahdlatul Ulama.
Siap Kembali Jadi Tuan Rumah
HM Abdul Mu’id Shohib menambahkan, Pondok Pesantren Lirboyo memiliki pengalaman menjadi tuan rumah Muktamar NU pada tahun 1999.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 apabila nantinya kembali dipercaya oleh PBNU.
Menurutnya, seluruh unsur pesantren berkomitmen memberikan dukungan terbaik agar pelaksanaan Muktamar berlangsung lancar, tertib, aman, dan khidmat.
Dengan kesiapan infrastruktur, pengalaman penyelenggaraan, serta dukungan berbagai fasilitas penunjang, Pondok Pesantren Lirboyo berharap dapat kembali menjadi tempat berlangsungnya forum strategis yang akan menentukan arah perjalanan Nahdlatul Ulama pada periode mendatang. [nm]



