Kemlu Jawab Kritik Dino: Menlu dan Ketua MPR Bakal Hadiri Pemakaman Khamenei

detik.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menyoroti pemerintah Indonesia hanya mengirimkan duta besar (dubes) dalam upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) buka suara menanggapi kritikan Dino.

Kritik dari Dino itu awalnya disampaikan dalam unggahan akun Instagram pribadinya, dilihat Senin (6/7/2026). Dino mempertanyakan sikap politik luar negeri Indonesia yakni bebas dan aktif.

"Bebas aktif yang luntur? Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah Indonesia tidak memenuhi undangan Iran untuk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yang terbunuh dalam serangan militer ilegal. Yang saya dengar, berbagai upaya gigih Iran untuk mengundang Pemerintah Indonesia tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri-tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita). Akhirnya, yang hadir hanya Dubes RI di Teheran-yang dianggap oleh Teheran sebagai sikap menyepelekan undangan ini," tulisnya dalam keterangan unggahan tersebut.

Baca juga: Dubes RI Tak Dapat Akses ke Area Persemayaman Ali Khamenei, Menlu Buka Suara

"Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Pakistan, Kazakhstan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia satu-satunya yang absen mengirim delegasi," katanya.

Dino mempertanyakan sikap politik luar negeri Indonesia dan mengaitkannya dengan kekuasaan Amerika Serikat (AS). Selain itu, dia menyinggung manajemen sistem politik luar negeri Indonesia yang menurutnya masih bermasalah.

"Apakah ini berarti polugri 'bebas aktif' kita mulai LUNTUR karena Indonesia takut/sungkan terhadap Amerika? Has "FEAR" become a factor in Indonesian foreign policy? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan manajemen sistem politik luar negeri yang bermasalah-sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yang berani mengambil keputusan. Paling tidak Indonesia bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta-tapi beliau justru sibuk keliling Asia Tengah untuk kunjungan yang sifatnya rutin," ujar dia.

Dino menekankan Iran merupakan sahabat Indonesia sejak lama. Dia menilai kehadiran delegasi resmi Indonesia pada pemakaman Khamenei seharusnya menjadi momen persahabatan Indonesia dan Iran.

"Kita seakan melupakan bahwa Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dengan hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi Indonesia dalam acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yang sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bahwa adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yang melanggar hukum dan norma internasional," ujar dia.




(fca/ygs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sempat Viral di Media Sosial, Fakta Baru Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah Terungkap
• 14 jam laludisway.id
thumb
Desak Made Klarifikasi Pernyataannya Usai Raih Emas di Krakow, Bukan Kritik untuk Pihak Tertentu
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Lagu Kontroversial Bupati Purwakarta Jadi Sorotan, Dedi Mulyadi Ingatkan Etika Pejabat
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Kemenag Bakal Tangkal Penyebaran LGBTQ Lewat Materi Pendidikan
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
72 Kali Gempa Bumi Guncang Jawa Barat Selama Juni 2026
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.