Dolar AS Bergerak Datar karena Minim Pendorong

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

New York: Dolar AS sedikit berubah pada Senin, 6 Juli 2026, setelah mencatatkan hari terburuknya sejak akhir April pada sesi sebelumnya. Prospek kebijakan moneter tetap menjadi fokus utama bagi pelaku pasar mata uang.
 
Dikutip dari Investing, Selasa, 7 Juli 2026, indeks dolar AS, yang melacak nilai dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, berada sedikit di atas garis datar di 100,85. Petunjuk suku bunga Fed menjadi sorotan Indeks dolar pada Kamis turun 0,5 persen setelah laporan nonfarm payrolls Juni yang lebih lemah dari perkiraan.

Data tersebut diterima dengan baik oleh para pedagang karena berarti pasar tenaga kerja tangguh tetapi tidak terlalu kuat, memberi Fed ruang bernapas untuk berpotensi mempertahankan suku bunga dan tidak memperketat kebijakan. Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi umumnya cenderung memperkuat dolar AS.

Bulan lalu, The Fed di bawah kepemimpinan ketua baru Kevin Warsh memberi sinyal bahwa mereka akan menghentikan panduan ke depan (forward guidance) dan hanya fokus pada memerangi inflasi, karena pasar tenaga kerja tetap stabil. Warsh menegaskan kembali pendiriannya untuk tidak memberikan panduan ke depan dalam komentar publik di Portugal pekan lalu.

Risalah pertemuan The Fed Juni akan dikaji Rabu untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang pemikiran para pembuat kebijakan, yang setengahnya mengindikasikan kenaikan suku bunga mungkin diperlukan tahun ini.

Warsh di Portugal juga mengatakan risiko inflasi telah menurun. Dengan harga minyak yang telah kembali ke level sebelum dimulainya serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari, kekhawatiran inflasi telah mereda.

Baca Juga :

Wall Street Melejit: Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi, Nasdaq Naik 1%


(Ilustrasi. Foto: Dok MI) Euro naik tipis Melihat mata uang utama lainnya, euro sedikit lebih tinggi di USD1,1441 setelah data harga produsen industri Zona Euro dan penjualan ritel.

Menurut perkiraan pertama dari Eurostat, harga produsen industri naik 0,2 persen (mtm) pada Mei, melambat dari 0,7 persen pada April. Tetapi secara tahunan, harga melonjak 5,9 persen dari lima persen pada April, terutama didorong oleh lonjakan harga energi sebesar 14 persen.

Secara terpisah, penjualan ritel di Zona Euro naik 0,2 persen pada bulan Mei, peningkatan yang signifikan dari penurunan 0,3 persen pada April.

Bank Sentral Eropa (ECB) bulan lalu menjadi bank sentral global utama pertama yang menaikkan suku bunga sebagai reaksi terhadap guncangan inflasi yang muncul dari krisis pasokan minyak yang dipicu oleh konflik Timur Tengah.

Namun, dengan inflasi tahunan Zona Euro yang diperkirakan akan turun pada Juni dibandingkan Mei, dan dengan harga minyak yang telah merosot, kemungkinan kenaikan suku bunga lagi semakin kecil.

Investor akan mendengar pernyataan dari Presiden ECB Christine Lagarde dan kepala ekonom Philip Lane akhir pekan ini. Yen Jepang melemah Di tempat lain, yen Jepang melemah terhadap dolar pada hari Senin, dengan pasangan USD/JPY terakhir naik 0,4 persen menjadi 162,04. Mata uang ini telah terpuruk pada level terendah 40 tahun terhadap dolar AS, meskipun mengalami penguatan tajam pada Kamis lalu setelah laporan pekerjaan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed.

Yen kini tetap berada jauh di atas 160 sejak pertengahan Juni, level yang di masa lalu telah menarik intervensi besar-besaran dari Tokyo. Para pejabat terlihat memberikan peringatan lisan tentang spekulasi terhadap yen dalam beberapa minggu terakhir, membuat pasar sebagian besar waspada terhadap intervensi apa pun.

Kelemahan yen terus berlanjut meskipun Bank Sentral Jepang menaikkan suku bunga pada bulan Juni dan memperingatkan akan adanya langkah-langkah yang lebih agresif.

“Meskipun data ekonomi AS yang lebih lemah memperbaiki kondisi jangka pendek untuk yen, kami percaya komunikasi suku bunga yang lebih agresif dari Bank Sentral Jepang masih diperlukan untuk mencegah terulangnya pemulihan USD/JPY yang terlihat setelah putaran intervensi April/Mei,” kata analis di ING dalam sebuah catatan.

Tokyo terakhir kali terlihat melakukan intervensi pada akhir April dan awal Mei, sebuah langkah yang mendorong USD/JPY serendah 155 yen. Namun pasangan mata uang ini dengan cepat pulih dan kembali mendekati level intervensi di atas 160 yen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Sambut Kedatangan PM Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Kejagung Sikat Perwira TNI Diduga Terlibat Korupsi MBG, Anggota DPR Ini Mendukung
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Eks Presiden FIFA Serang Infantino Usai Skorsing Balogun, Beri Peringatan Keras
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Cristiano Ronaldo Singgung Rivalitas dengan Lionel Messi Jelang Lawan Spanyol: “Paling Sulit Bicara dengan Reporter yang Tak Suka Padaku”
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Kontras Tajam: Di Tengah Badai PHK Massal Rakyat, Walkot Bima Malah Lantik Istri hingga Ipar Jadi Pejabat
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.