Preview Argentina vs Mesir: Sama-Sama Kelelahan

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, ATLANTA—Argentina akan menghadapi Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026, malam nanti. Sang juara bertahan punya rekor bagus di fase ini, tapi Mesir juga bisa mengejutkan.

Perjalanan Argentina untuk mempertahankan gelar Piala Dunia mereka jauh dari sempurna. Namun, tim asuhan Lionel Scaloni terus menunjukkan mentalitas juara dengan menemukan cara untuk menang ketika itu mereka butuhkan.

La Albiceleste didorong hingga batas kemampuan mereka di babak 32 besar untuk mengalahkan tim debutan, Tanjung Verde yang penuh semangat. Mereka menang 3-2 berkat gol bunuh diri di menit 111 babak perpanjangan waktu.

Itu bukanlah penampilan yang meyakinkan, tetapi sekali lagi menjaga tradisi menang Argentina yang luar biasa, memperpanjang rekor kemenangan mereka menjadi 11 pertandingan berturut-turut.

Konsistensi itu memicu keyakinan bahwa Lioenel Messi dan kawan-kawan bisa menjadi negara pertama sejak Brasil pada tahun 1962 yang berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia.

Sejarah tentu saja mendukung mereka. Hanya satu juara bertahan Piala Dunia yang pernah tersingkir di babak 16 besar. Masing-masing dari lima juara bertahan terakhir juga berhasil melaju melewati Babak 16 Besar.

Tim Tango juga memiliki rekor luar biasa bermain di luar kandang dengan memenangkan setiap dari 24 pertandingan terakhir mereka. Itu jelas statistik lain yang menggarisbawahi mengapa mereka tetap menjadi salah satu favorit turnamen.

Tim Amerika Selatan ini juga memiliki kenangan indah menghadapi Mesir, memenangkan satu-satunya pertemuan sebelumnya dengan skor 2-0 dalam pertandingan persahabatan internasional 2008 silam.

Mereka juga telah memenangkan setiap dari delapan pertemuan Piala Dunia terakhir mereka melawan tim Afrika. Termasuk mengalahkan Aljazair dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 ini.

Tanpa ada kekhawatiran cedera baru dan Lionel Messi yang mencetak gol di setiap laga Argentina siap memimpin lini depan bersama Lautaro Martínez, pelatih Lionel Scaloni cukup yakin bisa mempertahankan rekor-rekor mereka.

Meski begitu, sang pelatih mengingatkan timnya bahwa laga melawan Tanjung Verde menjadi pelajaran berharga. Menurutnya, mereka punya kelemahan yang harus diperbaiki.

“Secara logis kita akan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki. Ada beberapa hal yang (jelas) dalam pikiran saya, yang lain tidak begitu jelas dan kita akan melihatnya,” kata Scaloni dikutip dari FIFA.com.

Yang agak mengganggu Scaloni adalah jadwal pertandingan. Scaloni mempertanyakan logika di balik kalender pertandingan yang menurutnya sangat padat di babak sistem gugur ini.

“Saya tidak tahu bagaimana Piala Dunia dibuat, tetapi kita sudah memiliki enam hari (jeda saat fase grup) dan sekarang kita memiliki tiga setengah hari,” tegasnya dikutip dari Goal.

Bagi dia, ini pengaturan yang keliru. “Ketika Anda paling membutuhkan istirahat, Anda justru memiliki waktu istirahat paling sedikit. Ini sangat sulit dipahami, seharusnya dimulai secara bertahap. Tapi ya sudahlah, begitulah adanya,” tandasnya.

Bagaimana dengan Mesir? Tim Firaun sudah membuat sejarah dengan meraih kemenangan babak sistem gugur Piala Dunia pertama mereka dengan mengalahkan Australia dalam adu penalti dramatis setelah pertandingan berakhir imbang 1-1 di babak 32 besar.

Sekarang, tim asuhan Hossam Hassan mencoba mencatatkan prestasi lain dengan menjadi negara Afrika kelima yang mampu mencapai perempat final Piala Dunia. Itu berat, namun tak mustahil.

Meski hanya menang sekali dari 16 laga melawan negara CONMEBOl, performa terkini menunjukkan mereka mampu menyulitkan Argentina. Mohamed Salah dan kawan-kawan sejauh ini hanya mengalami satu kekalahan dalam delapan pertandingan internasional terakhir.

Makanya, Hossam Hassan menegaskan timnya sama sekali tidak takut menghadapi Messi dkk. “Tidak ada orang Mesir yang takut pada siapa pun. Kami mengenal lawan kami dan menghormati mereka,” kata sang pelatih dikutip dari Pro Sport.

Hossam Hassan mengatakan mereka akan berusaha dan melakukan hal-hal yang diperlukan. Ia juga memastikan timnya punya ambisi mengalahkan Argentina.

“Kami akan mempelajari seluruh tim Argentina, dengan Messi atau tanpa Messi. Kami memiliki ambisi. Mengapa kami tidak bisa menang? Saya memiliki pemain yang loyal dan berdedikasi,” tandasnya.

Kemenangan Mesir atas Australia harus dibayar mahal dengan cedera bek kiri Karim Hafez dan muncul laporan yang saling bertentangan mengenai kondisinya.

Jika Hafez absen, itu akan menjadi pukulan telak bagi Mesir karena bek kiri lainnya, Ahmed Fatouh sudah lebih dulu absen menghadapi Australia karena cedera paha dan tetap diragukan untuk pertandingan ini.

Kekhawatiran pertahanan ketiga dan terakhir Mesir menyangkut bek tengah Nice, Mohamed Abdelmonem, yang juga absen di babak 32 besar karena cedera pergelangan kaki yang dideritanya melawan Iran di penyisihan grup.

Sementara untuk kabar positifnya, gelandang berpengalaman Mohanad Lasheen kembali tersedia setelah menjalani hukuman kartu kuning saat melawan Australia.

Sedangkan Argentina, setelah pertandingan melelahkan selama dua jam melawan Tanjung Verde, tidak satu pun dari Nahuel Molina, Enzo Fernandez, atau Facundo Medina yang mampu menyelesaikan sesi pemulihan penuh keesokan harinya.

Selain ketiga pemain itu, pemain sayap Nico Gonzalez juga diragukan karena dilaporkan mengalami keseleo pergelangan kaki. Dari empat nama itu, Nico Gonzalez yang kemungkinan besar tidak akan siap bermain. (amr)

Prakiraan pemain

Argentina (4-3-3): E. Martinez; Molina, Romero, L. Martinez, Medina; De Paul, Fernandez, Mac Allister; Messi, Martinez, Almada

Mesir (4-4-2): Shobeir; Hany, Fathy, Ibrahim, Rabia; Ashour, Lasheen, Ateya, Ziko; Salah, Marmoush


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kecewa TPP Dipotong 30 Persen, ASN di Tidore Baku Hantam dan Nyaris Bakar Kantor Wali Kota
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Kena PHK, Sebagian Buruh Tekstil Beralih Buka Bisnis Konveksi
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Kemendagri Minta Daerah Jaga Harga Pangan
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Saat 85 Ribu Orang Ikut Gerakkan Ekonomi Yogyakarta lewat Prambanan Jazz 2026
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi USD 145,6 Miliar pada Akhir Juni 2026
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.