Kecam Penghadangan UAS di Kutai Barat, Legislator Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat mengecam tindakan penghadangan terhadap ulama kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) oleh sekelompok orang di Kutai Barat, Kalimantan Timur. 

“Aparat harus melindungi aktivitas dakwah tokoh agama,” ujar Syahrul di Jakarta, Selasa (7/7).

BACA JUGA: Komentari OTT KPK, UAS: Gubernur Riau Dimintai Keterangan

Adapun peristiwa tersebut diketahui terjadi saat UAS hendak melaksanakan agenda dakwah pada awal Juli 2026. Diketahui, kedatangan UAS di Kutai Barat sempat diwarnai aksi penolakan dan penghadangan oleh sejumlah pihak, bahkan sempat terjadi blokade terhadap rombongan dai tersebut sebelum akhirnya kegiatan dakwah tetap berlangsung.

Politikus PKS itu menilai tindakan oknum yang menghalangi aktivitas dakwah merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dalam negara yang menjunjung tinggi kebebasan beragama.

BACA JUGA: Hari Bhayangkara ke-79: UAS dan Rocky Gerung Bahas Isu Lingkungan di Riau

“Tidak ada alasan apapun untuk menghalangi kegiatan dakwah yang merupakan bagian dari syiar agama.” kata Syahrul Aidi.

Lebih lanjut, ia menegaskan Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai toleransi tidak boleh tercoreng oleh tindakan-tindakan yang justru merusak harmoni antar umat beragama.

“Jangan sampai kejadian ini menjadi citra buruk dalam menjaga toleransi beragama serta aktivitas dakwah para tokoh agama di Indonesia,” ujarnya.

Syahrul Aidi juga meminta aparat kepolisian untuk mengambil langkah yang bijak dan proaktif dalam menyikapi dinamika yang berkembang di masyarakat, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kita semua inginkan adanya perlindungan oleh aparat terhadap aktifitas tokoh agama dalam menjaga umat,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa negara harus hadir dalam menjamin kebebasan beribadah dan berdakwah, sekaligus menjaga ketertiban serta persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Peristiwa penghadangan terhadap UAS ini pun menjadi sorotan publik dan memicu berbagai reaksi, terutama terkait pentingnya menjaga toleransi dan menghormati aktivitas keagamaan di Indonesia.

Meski sempat terjadi aksi penolakan, kegiatan Tabligh Akbar yang dihadiri Ustadz Abdul Somad tetap berlangsung sesuai rencana dengan pengamanan aparat.(era/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Turun ke Rp2.655.000 per Gram
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
3 HP Murah untuk Multitasking 2026, Mampu Menjalankan Dua Aplikasi Bersamaan dengan Mulus
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Tarik Ulur, Pengontrak di Surabaya Sempat Minta Rp 60 Juta ke Pembeli Rumah
• 2 jam laludetik.com
thumb
Anggaran Subsidi dan Kompensasi Semester I 2026 Tembus Rp 233 T
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Rumah Bupati Langkat Syah Afandin Sepi usai Kena OTT KPK, Begini Kesaksian Warga
• 17 menit lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.