Dua Emiten Baru Melantai di Bursa Efek

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Bursa Efek Indonesia kedatangan perusahaan terbuka baru di semester kedua 2026, yakni produsen makanan PT Niramas Utama Tbk dan perusahaan layanan kesehatan mata PT Nitrasanata Dharma Tbk, Selasa (7/7/2026). Momen ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa sektor riil Indonesia tetap adaptif, tangguh, dan memiliki potensi besar untuk terus bergerak maju di tengah ketidakpastian ekonomi global.

PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan dan minuman berbasis kelapa dengan merek INACO, resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham JELI. Pada saat bersamaan, turut terbit saham JECX dari PT Nitrasanata Dharma Tbk yang memiliki jaringan bisnis JEC Eye Hospitals & Clinics. Masing-masing perusahaan menjadi perusahaan kedua dan ketiga yang menerbitkan saham perdana (IPO) pada 2026.

JELI melepas sebanyak 266 juta saham baru dengan harga penawaran ditetapkan sebesar Rp 900 per saham, yang merupakan batas bawah dari kisaran harga penawaran awal sebesar Rp 900–Rp 1.120 per saham. Melalui penawaran umum perdana saham ini, perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 239,4 miliar sebelum dikurangi biaya emisi.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung strategi pertumbuhan perseroan. Porsi terbesar, sekitar 56,70 persen, untuk belanja modal anak usaha yang memproduksi gummy candy dan produk agar-agar yang diminati pasar domestik.

Sekitar 10,04 persen akan digunakan untuk belanja modal, berupa mesin dan peralatan produksi, mencakup peningkatan kapasitas gudang serta efisiensi logistik. Sebesar 10,90 persen diarahkan untuk pembayaran sebagian utang jangka pendek. Sisanya sekitar 22,36 persen akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung kelancaran operasional dan pertumbuhan usaha.

Direktur Utama Niramas Utama, Yusuf Hamdani, dalam acara peluncuran, menyampaikan optimisme terhadap kinerja perusahaan di dalam negeri. Indonesia menurutnya merupakan pasar makanan dan minuman yang sangat potensial dan terus tumbuh.

Baca JugaIndustri F&B Indonesia Kian Bergairah: Inovasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Pertumbuhan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, rata-rata pengeluaran penduduk Indonesia untuk makanan dan minuman mencapai sekitar 50 persen dari total pengeluaran. Pertumbuhan Domestik Bruto yang ditunjang oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga mencapai 54,36 persen, juga ditunjang konsumsi makanan dan minuman. Secara industri, pertumbuhan sektor ini melampaui pertumbuhan ekonomi, yaitu mencapai 7,04 persen dari triwulan I-2026.

"Perusahaan kami didirikan pada tahun 1990 dengan skala usaha yang sangat kecil dan menghasilkan produk nata de coco dengan menggunakan brand INACO. Secara konsisten, kami mengembangkan perjualan dari kecil sampai mencapai perusahaan menengah. Namun, kami sangat konservatif dan mengandalkan organic growth," tuturnya.

Dengan strategi itu, Yusuf melanjutkan, perusahaan berhasil melewati berbagai krisis ekonomi dalam 35 tahun terakhir. "Semoga perusahaan ini bisa berkontribusi positif menggerakkan pasar modal serta berkontribusi bagi perekonomian Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) menawarkan 487,9 juta saham biasa atau 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor, dengan harga penawaran senilai Rp 1.250 per saham. Melalui IPO ini, perseroan menghimpun dana senilai Rp 609,97 juta.

Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk, Johan Hutauruk, menyampaikan perusahaan yang dikenal sebagai JEC Eye Hospitals and Clinics ini berawal dari Klinik Mata Jakarta pada 1984 dan kemudian berkembang menjadi Jakarta Eye Center pada 1993. Perseroan kini memiliki lima rumah sakit spesialis mata dan sebelas klinik utama yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai penyedia layanan kesehatan mata dengan rekam jejak selama 42 tahun, Yusuf mengatakan, perseroan menawarkan layanan komprehensif yang mencakup antara lain layanan kornea, lensa dan bedah refraktif, vitreoretina, glaukoma, layanan mata anak dan mata juling.

"Sepanjang 2025, kami melakukan operasi 51.000 dengan 564.000 pasien. Tapi, angka itu sangat kecil dibandingkan kebutuhan di Indonesia yang mencapai jutaan. Jadi IPO ini salah satu alasan kami untuk memperluas capupan agar mereka bisa dijangkau," kata Yusuf.

Tim Asistensi Menko Perekonomian, Raden Pardede, pada kesempatan sama, memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran penawaran umum perdana dua perusahaan tersebut. Aksi korporasi ini menjadi bukti nyata bahwa sektor riil Indonesia, khususnya di bidang pangan dan kesehatan, tetap adaptif, tangguh, dan memiliki potensi besar untuk terus bergerak maju di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ketangguhan ini didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang solid. Pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,61 perse pada triwulan I-2026, dengan industri makanan dan minuman mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,04 persen serta menjadi kontributor utama sektor manufaktur sebesar 7,31 persen.

Raden menegaskan bahwa tingginya realisasi investasi di sektor makanan senilai Rp 26,82 triliun pada triwulan I-2026 dan tren positif pada sektor kesehatan menunjukkan bahwa pasar domestik Tanah Air masih sangat bergairah.

"Untuk menjaga momentum ini, pemerintah berkomitmen penuh dalam menjaga daya beli masyarakat dan iklim investasi demi menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Terlebih lagi, pasar modal Indonesia memiliki potensi demand yang sangat kuat dari struktur demografi, di mana lebih dari 54 persen investor saat ini berusia di bawah 30 tahun (Generasi Z) yang sangat melek digital," tuturnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, ditemui di acara IPO tersebut, juga mengatakan, aksi korporasi ini merefleksikan optimisme pelaku usaha di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.

"Ini salah satu sinyal yang positif bahwa usaha-usaha juga masih terus aktif. Jadi kami sangat mendukung," ujar Shinta kepada media.

Ia menambahkan bahwa langkah melantai di bursa menjadi strategi krusial bagi korporasi untuk menghimpun pendanaan segar guna mendukung ekspansi dan pengembangan usaha ke depan.

Baca JugaPelemahan Industri dan Defisit Neraca Dagang Beri Efek Beragam ke Emiten

Terkait sektor kesehatan, Shinta mengatakan, sektor tersebut menyimpan potensi investasi yang sangat luas dan belum tergarap maksimal. Guna memetakan arah industri ini, Apindo bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru-baru ini merumuskan cetak biru terbaru berupa roadmap white paper untuk industri kesehatan nasional.

"Kami melihat potensi daripada investasi di bidang kesehatan ini sangat-sangat luas. Tidak hanya dari segi farmasi dan obat-obatan, tapi juga alat kesehatan, hingga fasilitas dan jasa kesehatan seperti klinik dan rumah sakit," jelas Shinta.

Dengan populasi Indonesia yang mencapai 210 juta jiwa, ruang pertumbuhan bagi industri kesehatan domestik dinilai masih sangat besar. Sektor ini juga memiliki momentum kuat untuk meningkatkan daya saing global, terutama dalam menangkap peluang dari banyaknya masyarakat Indonesia yang selama ini masih memilih berobat ke luar negeri.

Langkah strategis pemerintah, seperti pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur, Bali, serta akselerasi pembangunan fasilitas rumah sakit modern di dalam negeri, dinilai menjadi angin segar. "Ini memberikan satu peluang baru untuk ekosistem kesehatan ini bagi masyarakat Indonesia," lanjutnya.

Di sisi lain, saat ini, Shinta tidak menampik adanya tantangan makroekonomi yang menekan industri manufaktur, tercermin dari penurunan angka PMI Manufaktur ke bawah level ekspansif, 47. Pelemahan ini dipicu oleh penurunan permintaan (demand) global akibat ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang masih tinggi, yang pada gilirannya menekan kinerja ekspor nasional.

Dari sisi suplai, pelaku usaha juga dihadapkan pada peningkatan biaya produksi (cost of doing business), termasuk lonjakan harga bahan baku dan ongkos logistik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prediksi Line Up Timnas Argentina Lawan Mesir dan Scaloni Konfirmasi Messi Main!
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Bursa Asia Melemah, KOSPI Korsel Jatuh 5 Persen Dipicu Merosotnya Samsung
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Imigrasi Jambi buka layanan Pasporia mendekatkan jangkauan masyarakat
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
2 Statistik Memilukan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Dugaan Manipulasi Fakta hingga Tidur, Ini Alasan 4 Hakim Kasus Nadiem Dilaporkan ke KY
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.